RASIOO.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMK Negeri 3 Kota Tangerang menuai sorotan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan transparansi proses seleksi, khususnya pada tahapan tes minat dan bakat yang dinilai belum memberikan kejelasan mengenai indikator penilaian peserta yang dinyatakan lolos maupun tidak lolos.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah proses seleksi memasuki tahapan akhir. Para orang tua berharap mekanisme penerimaan siswa baru dapat berlangsung secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Berdasarkan jadwal resmi, pra-SPMB dilaksanakan melalui laman SPMB Provinsi Banten pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Selanjutnya peserta mengikuti verifikasi berkas pada 16–21 Juni 2026, sebelum menjalani tes minat dan bakat pada 22–24 Juni 2026.
Namun, tahapan tes minat dan bakat justru menjadi perhatian. Sejumlah wali murid menilai proses seleksi berlangsung sangat singkat dan hanya berupa sesi wawancara tanpa adanya tes tertulis maupun praktik yang dapat menjadi tolok ukur kemampuan calon peserta didik.
Salah seorang wali murid, Rohman Rosadi, mengaku mulai mempertanyakan mekanisme penilaian setelah anaknya keluar dari ruang tes hanya dalam hitungan menit.
“Kok sebentar amat tesnya? Tes apaan? Ditanya hobi, cita-cita, sama kalau kerja di salon ketemu konsumen yang jutek harus bagaimana. Sudah itu saja,” ujarnya saat ditemui di SMK Negeri 3 Kota Tangerang, Rabu 8 Juli 2026.
Menurut Rohman, model tes seperti itu membuat dirinya sulit memahami bagaimana panitia menentukan peserta yang layak diterima.
Ia bahkan menilai tahapan tersebut terkesan hanya menjadi formalitas sehingga memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
“Dari situ saya mulai curiga. Kok tesnya cuma begitu? Jangan-jangan dari awal sudah ada yang dititipkan,” katanya.
Kekecewaan semakin bertambah ketika anaknya dinyatakan tidak lolos seleksi. Ia mengaku tidak memperoleh informasi yang memadai mengenai alasan kegagalan tersebut maupun indikator yang digunakan dalam proses penilaian.
Menurutnya, aplikasi SPMB hanya menampilkan status “tidak diterima” tanpa disertai penjelasan lebih lanjut mengenai hasil evaluasi peserta.
“Saya ingin tahu yang diterima alasannya apa, yang tidak diterima alasannya apa. Di aplikasi hanya muncul ‘Anda tidak diterima’. Saya juga melihat ada peserta dengan nilai lebih rendah tetapi justru diterima. Datanya juga tidak bisa diakses,” ungkapnya.
Rohman berharap penyelenggara memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.
“Kalau seperti ini, masyarakat pasti bertanya-tanya. Transparansi itu penting supaya tidak muncul kecurigaan terhadap proses seleksi,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMK Negeri 3 Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut. Redaksi telah berupaya menghubungi pihak sekolah untuk meminta konfirmasi dan tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik. Apabila telah memberikan tanggapan, klarifikasi dari pihak sekolah akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya.









Komentar