RASIOO.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Sejumlah komoditas seperti sayuran, telur, dan daging ayam mengalami kenaikan harga. Namun, di balik lonjakan tersebut, pedagang kecil mengaku tidak ikut menikmati peningkatan penjualan.
Berdasarkan pantauan RASIOO.ID di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Rabu, 22 Juli 2026 harga beberapa jenis sayuran naik dalam sepekan terakhir. Caisim yang sebelumnya dijual Rp5.000–Rp6.000 per kilogram kini mencapai Rp10.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada wortel, sawi, dan buncis.
Adam (42), karyawan toko sayuran, mengatakan kenaikan harga terjadi sejak kebutuhan pasokan untuk Program MBG meningkat.
Hal serupa disampaikan Badri (26), pedagang sayur di pasar tersebut. Menurutnya, sebagian besar pasokan sayuran kini terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG sehingga harga di tingkat pasar ikut terdorong naik.
Tidak hanya sayuran, harga telur ayam juga naik dari Rp24.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam potong meningkat dari sekitar Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Meski harga jual naik, pedagang mengaku tidak memperoleh keuntungan lebih. Pasalnya, kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG dipasok langsung oleh distributor dan pemasok skala besar, bukan melalui pedagang eceran di pasar tradisional.
Asep (30), pedagang ayam di Pasar Jambu Dua, mengatakan usahanya justru mengalami penurunan omzet sejak program tersebut berjalan.
“Kita pedagang pasar cuma kena imbas naiknya harga. Belanjaan MBG tidak masuk ke pedagang kecil. Biasanya saya bisa jual 80 sampai 100 ekor per hari, sekarang mentok sekitar 70 ekor,” ujarnya.
Menurut Asep, kondisi tersebut membuat pedagang berada dalam posisi yang sulit. Harga beli dari pemasok meningkat, sementara daya beli masyarakat justru melemah karena harga jual di pasar ikut naik.
Di sisi lain, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga cabai merah keriting justru turun menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat menembus Rp100.000 per kilogram. Cabai rawit hijau dan TW hijau dijual di kisaran Rp30.000 hingga Rp50.000 per kilogram, tergantung kualitas.
Para pedagang berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap pola distribusi bahan baku Program MBG agar tidak hanya menguntungkan pemasok besar, tetapi juga memberi ruang bagi pedagang pasar tradisional untuk ikut terlibat dalam rantai pasok, sehingga dampak ekonomi program dapat dirasakan lebih merata.















Komentar