Secangkir Kopi dan Asa di Jambu Dua Cerita Fadli Berjuang Tambah Daya Listrik dan Ruang

RASIOO.id – Pasar Jambu Dua kini tak lagi sekadar tempat transaksi sayur dan lauk pauk. Denyut kehidupan baru terasa makin hangat seiring deretan kuliner kekinian yang mulai memadati sudut-sudut pasar. Sosialisasi gencar, jajaran Brand Ambassador, hingga hadirnya para pembuat konten (content creator) sukses menyedot perhatian warga Bogor untuk ramai-ramai berburu kuliner di sana. Namun, di balik riuk rendah pengunjung yang berdatangan, ada cerita perjuangan dari para pedagang yang memutar otak demi mempertahankan kualitas layanannya.

Fadli (29), salah satu pedagang kopi yang baru dua bulan mengadu nasib di Lot Pasar Jambu Dua, membagikan kisahnya. Meski mengapresiasi kebersihan pasar yang terjaga serta promosi pengelola yang dinilainya acungan jempol, ia tak menampik adanya kendala operasional yang cukup mengganjal.

Daya Listrik Terbatas, Biaya Upgrade Mandiri

Salah satu persoalan utama yang dihadapi Fadli adalah kapasitas listrik yang kurang memadai untuk kebutuhan peralatan kedai kopinya. Kendala ini membuatnya belum bisa berjualan secara penuh setiap harinya.”Baru buka di sini selama dua bulan, dan dalam seminggu paling maksimal hanya 4 sampai 5 hari bisa berjualan,” ungkap Fadli saat ditemui pada Senin 17 Agustus 2026

Untuk menjaga bisnisnya tetap berjalan, Fadli bahkan harus merogoh kocek pribadi demi menambah kapasitas listrik. Proses pengajuan dan peningkatan daya ini dinilainya cukup rumit dan memakan biaya yang tak sedikit.

Luas Lot 2×2 Meter Terlalu Sempit untuk Konsep Slow Bar

Selain masalah daya listrik, keterbatasan ruang juga menjadi tantangan besar. Ruang dagang (lot) berukuran 2×2 meter dirasa sangat sempit, terlebih bagi kedai kopi milik Fadli yang mengusung konsep slow bar.

Konsep Interaktif: Slow bar membutuhkan ruang bagi barista untuk berinteraksi dan mengobrol langsung dengan pelanggan, bukan sekadar layanan takeaway (bungkus).

Kebutuhan Ruang: Ukuran 2×2 meter menyulitkan penataan alat seduh sekaligus area duduk interaktif bagi pengunjung.

Harapan Penggabungan Lot: Fadli berharap pengelola mengizinkan penggabungan atau pembongkaran sekat jika ada lot kosong di sebelahnya agar area seduh menjadi lebih lapang.

Sambil menunggu ketersediaan tempat yang lebih luas, Fadli berharap pihak pengelola Pasar Jambu Dua dapat memberikan solusi konkret terkait kendala kelistrikan dan fleksibilitas ruang, sehingga potensi pasar yang sudah ramai ini bisa dimaksimalkan oleh para pelaku usaha lokal.

Komentar