RASIOO.id – Lima hari rangkaian Festival Maulid Nusantara (FMN) 7 di Kota Tangerang akhirnya ditutup dengan suasana penuh khidmat sekaligus semarak. Bukan sekadar menjadi penanda berakhirnya festival, momentum tersebut menjadi ajang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang secara resmi menutup rangkaian FMN 7 yang telah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. Tradisi Muludan 3 Masjid menjadi bagian utama dalam agenda penutupan yang dipusatkan di Masjid Agung Al-Ittihad.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas, hingga warga turut hadir dalam penutupan festival yang menggabungkan nilai keagamaan dengan tradisi budaya lokal tersebut.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan rangkaian FMN 7 sejak awal tidak hanya dikemas dalam bentuk kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan zikir bersama, pembacaan doa, ceramah agama Nusantara, hingga prosesi budaya. Pada puncak penutupan, masyarakat mengikuti kirab tumpengan yang dibawa dari Masjid Jami Kali Pasir dan Masjid Raya Al-A’zhom menuju Masjid Agung Al-Ittihad.
“Maulid ini bukan sekadar memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi bagaimana kita bisa saling mengingatkan tentang akhlak Rasulullah yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW masih sangat relevan untuk diterapkan di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Terlebih, sikap saling peduli, menghargai, dan berbuat baik menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan Kota Tangerang.
Tak hanya kirab dan doa bersama, rangkaian hari terakhir FMN 7 juga diisi dengan ziarah ke sejumlah makam bersejarah di kawasan Kali Pasir serta kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas.
Teladan Kepemimpinan Rasulullah
Sachrudin juga menyoroti keteladanan Rasulullah SAW dalam menjalankan kepemimpinan. Ia menilai karakter kepemimpinan Nabi Muhammad dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin maupun masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu bersikap tegas tanpa kehilangan kebijaksanaan. Kekuatan dalam mengambil keputusan juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian dan keikhlasan.
“Beliau (Nabi Muhammad) mengajarkan kepedulian terhadap sesama dan untuk selalu berbuat baik. Sebagai pemimpin, Rasulullah mengajarkan kita untuk tegas tetapi tetap bijaksana, beliau sosok yang kuat, namun tetap tawaduk,” tuturnya.
Ia berharap semangat yang dibangun selama pelaksanaan FMN 7 tidak berhenti setelah festival berakhir. Nilai kebersamaan dan keteladanan Rasulullah diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Tangerang.
Perkuat Sinergi Tangerang Raya
Penutupan FMN 7 juga menjadi momentum mempererat hubungan antardaerah di kawasan Tangerang Raya. Sejumlah kepala daerah tetangga turut hadir, termasuk Wali Kota Tangerang Selatan serta perwakilan Bupati Tangerang.
Kehadiran para kepala daerah dan perwakilan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dan kebudayaan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi antarwilayah.
Dengan berakhirnya FMN 7, Pemkot Tangerang berharap pesan yang dibawa selama lima hari pelaksanaan festival dapat terus hidup di tengah masyarakat: menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak, memperkuat kepedulian, serta membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.















Komentar