RASIOO.id – Sejumlah ikan berukuran besar ditemukan mati dan mengambang di Situ Cangkring, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kamis, 10 September 2026. Kondisi tersebut terjadi saat permukaan air situ menyusut akibat musim kemarau.
Temuan ikan yang bergerak ke tepian situ menarik perhatian warga. Sejumlah warga kemudian datang untuk mengambil ikan tersebut, termasuk warga dari luar wilayah yang mendapat informasi mengenai kondisi itu.
Sekretaris RW 02 Periuk Jaya, Abdul Latif Romdoni, mengatakan ikan mulai terlihat dalam kondisi mabuk sejak malam sebelumnya. Namun, waktu awal kejadian berbeda berdasarkan keterangan warga.
“Pagi, sebenarnya dari malam itu sudah mulai mabok, cuma itu versi warga. Versi beberapa warga ada yang sudah mulai mabok, cuma kata versi yang lain belum,” katanya.
Menurut Latif, sekitar pukul 08.00 WIB ikan mulai terlihat bergerak ke tepian. Meski demikian, tidak semua ikan mati. Ikan yang ditemukan mati didominasi ikan berukuran besar yang biasanya berada di dasar Situ Cangkring.
“Di jam 8 pagi atau dari pas pagi itu sudah mulai ada ikan pada ke pinggir, tapi enggak pada mati. Bahkan sampai akhir yang kecil-kecilnya itu enggak pada mati. Yang mati itu hanya ikan-ikan yang besar yang ada di dasar, yang biasa main di dasar Situ Cangkring,” ujarnya.
Latif mengatakan kondisi air saat itu tidak mengeluarkan bau menyengat sehingga warga mengambil ikan yang berada di tepian. Ia memperkirakan jumlah ikan yang berhasil dibawa warga mencapai hitungan ton.
“Kalau bicara berapa jumlahnya, mungkin sudah masuk tonan ya, bukan kuintalan,” katanya.
Ia menyebut kondisi air Situ Cangkring saat ini menyusut cukup jauh. Bahkan, warga disebut dapat berjalan hingga ke bagian tengah situ dengan kedalaman air sekitar pinggang orang dewasa.
“Dilihat dari kasatmata sama suhu udara, memang panasnya luar biasa, lagi musim panas kemarau dan airnya surut,” ucapnya.
Menurut Latif, kondisi air yang semakin dangkal dan suhu panas diduga membuat ikan yang biasanya berada di dasar situ naik ke permukaan.
“Air tuh benar-benar surut karena suhu panas kalau saya bicara ya. Jadi ikan yang biasa main di bawah pada ke atas,” katanya.
Sejumlah ikan yang diambil warga kemudian dikonsumsi maupun dijual. Latif menyebut kondisi tersebut turut membantu perekonomian warga sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Yudi Pradana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan tim DLH telah melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui penyebab ikan mengambang.
“Tim kami saat ini telah memeriksa di lokasi Situ untuk mencari tahu penyebab ikan mengambang,” kata Yudi saat dikonfirmasi.
Yudi mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mengambang tersebut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Masyarakat sebaiknya untuk tidak mengonsumsi ikan itu dulu. Biar aman. Sebelum hasil lab memutuskan bahwa ikan itu aman untuk dikonsumsi,” imbaunya.











Komentar