RASIOO.id – Provinsi Banten menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan jumlah pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Sebanyak 7.733 pekerja di Banten tercatat melaporkan terkena PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Angka tersebut menempatkan Banten di bawah Jawa Barat yang mencatat 13.044 pekerja terdampak PHK. Sementara itu, Jawa Timur berada di urutan ketiga dengan 6.154 pekerja, disusul Jawa Tengah sebanyak 5.585 pekerja dan DKI Jakarta sebanyak 4.587 pekerja.
Secara nasional, jumlah pekerja yang melaporkan terkena PHK mencapai 63.789 orang selama sembilan bulan pertama 2026. Data tersebut dihimpun hingga 30 September 2026.
Tingginya angka PHK di Banten menjadi perhatian karena provinsi ini memiliki kawasan industri dan aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja. Kondisi tersebut juga relevan bagi masyarakat Tangerang Raya yang memiliki beragam aktivitas industri, perdagangan, dan jasa.
Namun, angka PHK tingkat provinsi belum menggambarkan secara terperinci jumlah pekerja terdampak di masing-masing daerah, termasuk Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Data berdasarkan wilayah kabupaten dan kota diperlukan untuk mengetahui daerah yang paling banyak menyumbang laporan PHK sekaligus memahami kondisi ketenagakerjaan di kawasan Tangerang Raya.
Secara nasional, laporan PHK bulanan mencapai angka tertinggi pada Juni 2026 dengan 10.086 pekerja. Setelah itu, jumlah laporan menurun menjadi 7.852 pekerja pada Juli, 5.963 pekerja pada Agustus, dan 713 pekerja pada September.
Meski laporan bulanan menunjukkan penurunan pada akhir periode, angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa persoalan ketenagakerjaan telah teratasi. Data masih dapat berubah karena pekerja yang terdampak PHK memiliki waktu hingga enam bulan untuk mengajukan klaim JKP.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat upaya penyerapan pekerja di tengah dinamika ekonomi.
Bagi masyarakat, kepastian pekerjaan berkaitan langsung dengan kemampuan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menjaga daya beli. Karena itu, perkembangan angka PHK perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah dengan aktivitas industri yang tinggi seperti Banten.














Komentar