Tak Hanya Penuhi Gizi Anak, Rudy Susmanto Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Petani

RASIOO.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan pedagang di pasar tradisional.

Rudy menyampaikan hal itu saat mengunjungi SDN Cileungsi 03, Selasa, 20 Oktober 2026. Ia menilai, pemberian makanan bergizi secara rutin menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Bukan hanya setahun sekali atau dua kali, tetapi setiap hari anak-anak kita mendapatkan makanan bergizi melalui program MBG,” ungkap Rudy.

Selain berdampak pada pemenuhan gizi, pelaksanaan MBG juga membutuhkan pasokan berbagai komoditas pangan. Kebutuhan tersebut dinilai dapat mendorong penyerapan hasil pertanian, mulai dari bawang, selada, pisang, beras, hingga bahan pangan lainnya.

Rudy mengatakan, meningkatnya kebutuhan bahan pangan berpotensi menggerakkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi petani lokal.

“Program ini tentu membutuhkan berbagai komoditas pertanian. Kita bisa melihat bagaimana perputaran uang di pasar-pasar tradisional dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan para petani,” jelasnya.

Menurut Rudy, kepastian pasar bagi hasil pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya permintaan yang berkelanjutan, hasil panen diharapkan memiliki peluang penyerapan yang lebih baik.

Sebagai daerah dengan jumlah sekolah dan penerima manfaat MBG yang besar, Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi untuk merasakan dampak program tersebut, baik dalam pemenuhan gizi anak maupun perputaran ekonomi daerah.

Meski demikian, Rudy mengakui pelaksanaan program baru membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan secara berkelanjutan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah pencantuman batas waktu konsumsi pada kemasan makanan untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Ia pun mengajak penyelenggara program, pihak sekolah, dan masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan MBG serta menyampaikan masukan yang konstruktif.

“Program sebagus apa pun tentu tidak akan bisa memuaskan dan membahagiakan semua pihak. Namun, jika kita mencintai bangsa ini, tentu setiap kekurangan harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tuturnya.

Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendukung pelaksanaan MBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Komentar