RASIOO.id – Atlet cabang olahraga (cabor) petangque yang mulai dirintis sejak tahun 2017 di Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menuai hasil yang membanggakan. Para atlet pelajar dan senior berhasil masuk ke kancah nasional, membuktikan kerja keras dan dedikasi mereka.
Ketua Koordinator Petanque Kecamatan Parungpanjang, Muslih, mengungkapkan kebanggaannya saat ditemui di sela-sela latihan dengan para atlet di tempat Wisata Alam Dago, Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Menurut Muslih, atlet petanque dari tingkatan senior dan pelajar telah masuk dalam nominasi pemain Kabupaten Bogor.
“Atlet petanque dari Pengcab Parungpanjang kini berada di bawah naungan KONI Kabupaten Bogor. Setiap musim pertandingan, atlet akan dibekali uang saku oleh KONI,” ujar Muslih.
Baca Juga: Buka Kejuaraan Tarung Derajat, Hery Antasari : Sarana Pembinaan Generasi Muda
Ia menambahkan, para atlet asal Kecamatan Parungpanjang pertama kali masuk pada Kejurnas di Baznas Kabupaten Bogor. Pada tingkatan Porprov DKI, mereka masuk 16 dan 18 besar untuk kategori pelajar.
“Tidak ada kategori usia di Porprov DKI, sehingga tingkatan pelajar dari SD, SMP, dan SMA digabung,” tambahnya.
Muslih menjelaskan bahwa cabor petanque dipusatkan di lapangan SD Negeri 2 Dago, Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, menjadi tempat pembinaan dan pembibitan atlet di bawah naungan Pemcab POPI Kabupaten Bogor.
“Pengembangan olahraga petang adalah bagian dari strategi untuk memotivasi para pelajar agar terhindar dari kegiatan negatif,” ucap Muslih.
Lebih lanjut, Muslih menyatakan bahwa kegiatan petang yang diinisiasi oleh SD Negeri 2 Dago telah melahirkan atlet pelajar yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Petangque merupakan bagian dari upaya mengembangkan anak-anak ke bidang olahraga dan mencegah generasi muda dari bahaya narkoba dan tindakan kriminal,” ungkapnya.
Muslih juga menuturkan bahwa pengembangan cabor petanque di Desa Dago, Kecamatan Parungpanjang, berawal dari motivasi anak-anak dan lingkungan sekitar, yang kini menjadi kekuatan di POPI Kabupaten Bogor.
“Suatu kebanggaan bagi kami, terutama bagi saya pribadi, dengan upaya terus menerus akhirnya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga Alm H. Apud, LMDH, KLHK Kementerian Kehutanan, Muspika Parungpanjang, K3S, dan POPI Kabupaten Bogor, sehingga para atlet bisa maju sampai sekarang,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar