RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Pembangunan difokuskan pada penyelesaian jalur lambat dan proses pembebasan lahan, yang ditarget rampung pada tahun 2025. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemkab Bogor untuk meningkatkan kualitas jaringan transportasi antarwilayah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pembangunan Jalan Bomang akan terus dilanjutkan hingga tembus ke Cibinong, dengan alokasi anggaran tahun ini mencapai Rp33 miliar.
“Penyusunan DED berlangsung Juni–Agustus, dilanjutkan proses lelang. Pekerjaan fisik ditargetkan selesai September–Oktober,” ujar Rudy.
Ia menyebut proyek ini sebagai bentuk keberlanjutan atas visi pemimpin sebelumnya.
“Ini bukan proyek baru, tapi tanggung jawab moral untuk meneruskan gagasan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyatakan bahwa hingga pertengahan Juli 2025, proses pembebasan lahan masih berjalan, dengan sekitar 7.000 meter persegi yang masih dalam tahap pengadaan dokumen.
“Pembebasan lahan ditargetkan tuntas tahun ini. Begitu proses selesai, pekerjaan fisik langsung dimulai,” jelasnya.
Pembangunan jalur lambat sepanjang 2,252 kilometer menjadi fokus utama tahun ini, di luar pekerjaan jembatan. Namun, anggaran Rp33 miliar yang tersedia belum mencakup biaya pembebasan lahan, yang masih menunggu pencairan.
Pemkab Bogor berharap proyek Jalan Bomang dapat menjadi solusi mobilitas lintas wilayah, sekaligus membuka potensi ekonomi baru di kawasan Bojonggede hingga Kemang.
“Kami optimistis Jalan Bomang akan menjadi salah satu tonggak pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor,” tutup Suryanto.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar