Soal Harta Kekayaan Bupati Bogor, Aktivis Prima DMI Minta Warga Bijak Dalam Bermedsos

RASIOO.id – Ketua Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI), Ustadz Angga Widiatama, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya dalam menyikapi berbagai informasi yang dinilai mengarah pada framing negatif terhadap kinerja maupun pribadi Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Menurut Angga, salah satu isu yang kerap disorot dan dipelintir di media sosial adalah terkait harta kekayaan kepala daerah.

Padahal, kata dia, pelaporan harta kekayaan oleh Rudy Susmanto telah dilakukan secara rutin dan transparan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pelaporan harta kekayaan yang dilakukan secara berkala seharusnya menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. Ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi,” ujar Angga, Rabu, 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan nilai harta kekayaan pejabat tidak bisa serta-merta dinilai negatif. Menurutnya, kenaikan nilai aset, khususnya tanah, merupakan hal yang wajar seiring meningkatnya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) setiap tahun.

“Kalau kita belajar bijak, harga tanah itu setiap tahun pasti naik mengikuti NJOP. Ditambah lagi, seorang bupati memiliki tunjangan jabatan yang sah secara aturan. Jadi wajar jika ada penambahan harta kekayaan,” jelasnya.

Angga juga menekankan bahwa Rudy Susmanto telah dikenal sebagai pengusaha muda yang berkiprah secara nasional jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Bogor maupun Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Oleh karena itu, menurutnya, latar belakang tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menilai kondisi kekayaan yang bersangkutan.

“Beliau sudah menjadi pengusaha sebelum masuk dunia politik. Jadi wajar saja jika hartanya bertambah,” katanya.

Sebaliknya, Angga mengingatkan publik untuk lebih kritis terhadap fenomena pejabat yang justru mengalami lonjakan harta kekayaan secara tidak wajar.

“Yang patut dipertanyakan itu ketika seseorang sudah tidak menjabat, lalu tiba-tiba saat akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah hartanya melonjak puluhan kali lipat. Ini yang seharusnya dipikirkan bersama,” tegas Angga yang dikenal sebagai aktivis muda di Bogor.

Berdasarkan data e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 31 Desember 2025, total kekayaan Bupati Bogor Rudy Susmanto tercatat meningkat dari sekitar Rp9,3 miliar menjadi Rp12,6 miliar, atau bertambah sekitar Rp3,28 miliar.

Sementara itu, data terakhir Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi yang tercatat dalam LHKPN KPK dengan tanggal penyampaian 6 September 2024 menunjukkan total kekayaan sebesar Rp62,1 miliar.

Angka tersebut tercatat saat yang bersangkutan tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Inilah data kekayaan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi di LHKPN KPK.(dok.rasioo.id)

Padahal, pada periode sebelumnya, saat Ade Ruhandi sempat mengikuti kontestasi Pilkada 2018, total harta kekayaannya tercatat sebesar Rp4,7 miliar.

Hingga kini, laporan terbaru yang bersangkutan belum diperbarui dalam sistem e-LHKPN KPK.

Angga berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif di media sosial dan tetap mengedepankan akal sehat serta data yang valid dalam menilai informasi terkait pejabat publik.

Komentar