Antrean Membludak di Balaikota Bogor, Warga Datang Sejak Subuh Demi Uang Baru

RASIOO.id – Antusiasme warga untuk mendapatkan uang baru menjelang Lebaran membuat antrean panjang di kawasan Balaikota Bogor, Kamis 12 Maret 2026. Bahkan, sejumlah warga rela datang sejak dini hari dan berdiri berjam-jam demi mendapatkan kupon penukaran uang baru yang disediakan pemerintah.

Program penukaran uang baru yang digelar Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan Bank BJB berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret 2026. Namun, tingginya minat masyarakat membuat antrean membludak sejak pagi.

Setiap harinya, kuota penukaran dibatasi hanya 100 kupon, sehingga tidak semua warga yang datang bisa dilayani. Karena membludaknya antrean, panitia akhirnya membagi layanan menjadi dua sesi penukaran.

Penukaran uang baru dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, dengan warga terlebih dahulu mengambil kupon antrean. Syarat penukaran cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), dengan pembatasan penukaran minimal 200 lembar uang.

Salah satu warga, Alfi (21), pekerja asal Ciomas, Kabupaten Bogor, mengaku sudah datang sejak pukul 03.00 WIB setelah sahur demi mendapatkan nomor antrean.

“Kita sudah dari subuh, jam tiga pagi habis sahur kita di sini,” ujarnya kepada Rasioo.id.

Menurutnya, bahkan ada warga yang datang lebih awal sekitar pukul 02.00 WIB, namun hingga siang hari belum juga mendapatkan kupon.

“Ada yang dari jam dua pagi, tapi belum dapat sampai sekarang. Tadi sempat dibubarkan dulu karena katanya pembagian kupon jam tiga sore,” katanya.

Namun situasi berubah ketika kupon justru dibagikan lebih awal. Saat itu, sisa kupon yang tersedia hanya sekitar 60 lembar.

“Sekarang sisanya tinggal 60 kupon lagi,” tambahnya.

Alfi menjelaskan, pembagian kupon sempat dibantu oleh petugas Babinsa karena antrean warga yang terus memanjang. Ia sendiri berencana menukarkan uang baru dengan pecahan Rp5.000 untuk persiapan Lebaran.

Informasi mengenai penukaran uang baru tersebut ia ketahui dari media sosial. Namun, ia berharap ke depan sistem penukaran bisa diperbaiki agar lebih tertib dan adil bagi masyarakat.

“Kalau bisa kuotanya ditambah dan mungkin pendaftarannya dibuat online saja. Kasihan yang sudah datang dari jam dua atau jam tiga pagi tapi tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

Fenomena antrean panjang ini menjadi gambaran tingginya kebutuhan masyarakat akan uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idul Fitri, yang biasanya digunakan untuk tradisi berbagi uang Lebaran kepada keluarga dan kerabat.

Komentar