Lautan Warga Padati Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede Volume 2, HJB ke-544 Semakin Meriah

RASIOO.id – Suasana meriah menyelimuti kawasan Situ Gede pada Minggu 21 Juni 2026. Ribuan warga dari berbagai wilayah di Bogor tumpah ruah menghadiri Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede Volume 2, salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang berlangsung selama tiga hari.

Sejak pagi hari, kawasan wisata Situ Gede dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya area bazar UMKM, arena perlombaan, hingga panggung hiburan yang menjadi pusat perhatian selama festival berlangsung.

Ketua Panitia Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede Volume 2, Imam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kali kedua digelar sebagai bagian dari perayaan HJB. Menurutnya, festival ini menjadi alternatif kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan tradisi “Ngubek Setu”.

“Ini sebenarnya menggantikan program Disparbud. Dulu kita pernah ada HJB di sini, jadi ini yang kedua kalinya,” ujar Imam.

Ia menjelaskan, sebelum konsep festival ekonomi kreatif hadir, masyarakat mengenal kegiatan Ngubek Setu yang identik dengan penebaran dan penangkapan ikan dalam jumlah besar. Namun, kegiatan tersebut tidak lagi memungkinkan untuk dilaksanakan sehingga diganti dengan konsep yang lebih edukatif dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dulu ada Ngubek Setu, tetapi kemudian tidak bisa dilaksanakan. Akhirnya kami membuat Festival Ekonomi Kreatif sebagai penggantinya,” jelasnya.

Tahun ini, festival menghadirkan tiga agenda utama yang menjadi daya tarik pengunjung, yakni Bazar UMKM, Rakit Race, dan Fashion Show. Selain itu, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung seperti jalan sehat, lomba mewarnai, lomba tumpeng, hingga Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Rangkaian acara yang berlangsung sejak 19 hingga 21 Juni 2026 tersebut sengaja dirancang untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif di kawasan Situ Gede.

“Tujuan kami agar ekowisata Situ Gede semakin ramai dan dikenal masyarakat luas,” kata Imam.

Tak hanya warga Kota Bogor, festival ini juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah sekitar. Salah satunya Ermi (51), warga Cigombong, Kabupaten Bogor, yang datang bersama rekan-rekannya untuk menikmati kemeriahan HJB di Situ Gede.

Menurut Ermi, suasana festival tahun ini sangat meriah dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung. Ia juga mengapresiasi harga kuliner yang dijual para pelaku UMKM karena dinilai masih terjangkau.

“Kulinernya masih harga standar, sudah bagus dan murah,” ungkap Ermi.

Meski mengaku puas dengan jalannya acara, Ermi berharap penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang dapat dibuat lebih besar dengan area yang lebih luas agar mampu menampung lebih banyak pengunjung.

Namun demikian, keterbatasan lokasi tidak mengurangi kebahagiaannya dalam merayakan hari jadi daerah yang dicintainya.

“Perasaan Ibu ya bahagia, bisa ikut memeriahkan ulang tahun Bogor,” tuturnya.

Kemeriahan Festival Ekonomi Kreatif Situ Gede Volume 2 menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap rangkaian Hari Jadi Bogor ke-544. Selain menjadi ajang hiburan, festival ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus memperkuat posisi Situ Gede sebagai salah satu destinasi ekowisata unggulan di Bogor.

Komentar