RASIOO.id – Masyarakat Muslim dunia saat ini telah memasuki bulan Rajab 1444 Hijriah/2023 Masehi. Dalam perbendaharaan sejarah, setidaknya ada empat peristiwa penting yang dialami Nabi Muhamamad SAW di bulan yang dikenal juga dengan sebutan Syahrul Haram (bulan yang suci) tersebut.
Berikut empat peristiwa yang tercatat dalam sejarah Nabi Muhammad dan menjadi panduan bagi ummat Islam hingga hari ini.
Empat Peristiwa Islam di Bulan Rajab
1. Turun wahyu salat pertama kali
Peristiwa Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Rasulullah SAW berlangsung pada tanggal 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian. Tepatnya, sebelum beliau hijrah ke Madinah. Berdasarkan kalender Masehi, peristiwa Isra Miraj terjadi pada tahun 612 M, atau tahun ke 10/11 dari kenabian (Bi’tsah).
Isra’ Mi’raj sendiri merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Saat peristiwa inilah, Allah SWT memerintahkan salat lima waktu sebagaimana yang tertuang dalam hadits berikut
هِيَ خَمْسٌ، وَهِيَ خَمْسُونَ، لاَ يُبَدَّلُ القَوْلُ لَدَيَّ”. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقَالَ: رَاجِعْ رَبَّكَ. فَقُلْتُ: اسْتَحْيَيْتُ مِنْ رَبِّي
Artinya: “Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku kembali bertemu dengan Musa. Ia menyarankan, ‘Kembalilah menemui Rabbmu’. Kujawab, ‘Aku malu pada Rabbku’.” (HR Bukhari).
Baca Juga : Keistimewaan Puasa di Bulan Rajab
2. Perang Tabuk
Peristiwa lainnya di bulan Rajab adalah perang tabuk. Perang ini di Bulan Rajab tahun ke-9 setelah Nabi Hijrah dari Makkah ke Madinah. Perang Tabuk merupakan salah satu perang terbesar dalam cerita Nabi Muhammad SAW ini. Rasulullah SAW baru kembali ke Madinah pada 26 Ramadhan, usai perang yang tejadi sekitar satu bulan.
Dalam perang ini, Nabi Muhammad dikabarkan menampakkan seluruh kemampuannya dalam menyusun rencana perang. Sesuatu yang sangat berbeda karena pada perang-perang sebelumnya, Rasulullah hanya mengunakan kode atau sandi yang tidak mudah diketahui musuh.
Dalam perang Tabuk, Rasulullah berangkat bersama 30 ribu pasukan. Perang ini terjadi saat musim panas sehingga terasa sangat sulit bagi pasukan muslim. Pasukan ini kemudian disebut dengan jaisyul usrrah akibat kesulitan tersebut.
Bagi umat Muslim perang Tabuk juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah shalat. Pada Perang Tabuk, pelaksanaan salat jamak mulai disyariatkan. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang berbunyi,
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيْغَ الشَّمْسُ أَخَرَّ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ، ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى)
Artinya: Dari Anas RA, ia berkata, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat dzuhur ke waktu ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat dzuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR Bukhari).
Baca Juga : Ini Dasar Puasa di Bulan Rajab dan harinya
3. Pembebasan Baitul Maqdis
Bulan Rajab juga meninggalkan catatan sejarah dalam pembebasan Baitul Maqdis. Sesuai ajaran Islam, Allah SWT memerintahkan untuk menghindari pertumpahan darah kecuali atas namaNya atau umat Islam diserang lebih dulu. Hal inilah yang terjadi pada pembebasan Baitul Maqdis atau Al-Aqsa di Palestina pada 28 Rajab 583 Hijriah atau bertepata dengan 2 Oktober 1187.
Baitul Maqdis berhasil dibebaskan oleh Salahuddin Al-Ayubi atau Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi. Salahuddin mulai menggerakkan pasukkannya pada Jumadil Awal 583 Hijriah. Kemudian, mulai melakukan penyerangan pada 26 Rabi Al-Thani 583 Hijriah.
Setelah berhasil merobohkan dinding Palestina pada 25 Rajab 583 Hijriah, Salahuddin merebut kembali kota suci tiga agama tersebut dan membebaskan Baitul Maqdis. Salahuddin selanjutnya mempersilahkan penguasa Palestina sebelumnya angkat kaki tanpa ada pertumpahan darah.
4. Berakhirnya sistem khilafah
Peristiwa penting di bulan Rajab lainnya adalah berakhirnya sistem khilafah yang pemimpinnya disebut khalifah. Khilafah terakhir adalah Kerajaan Utsmaniyyah yang runtuh pada 27 Rajab 1342 Hijriyah atau 3 Maret 1924.
Khilafah yang menguasai Turki ini dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk. Sebelumnya khilafah Islam berhasil menguasai 2/3 dunia selama beberapa generasi. Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah adalah khilafah yang berhasil memberi nama baik dalam sistem pemerintahan Islam (*)
Editor : Ramadhan







Komentar