Ini Dampak Terburuk Jika Pengusaha di Bogor Pindah Domisili, Apindo : 30 Ribu Orang Hilang Pekerjaan

 

RASIOO.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menggambarkan dampak buruk jika para pengusaha berpindah dari Kabupaten Bogor.

Ketua DPK Apindo Kabupaten Bogor, Alexander Frans menyebut wacana perpindahan para pengusaha itu akan terjadi jika para investor sudah tidak mampu membiayai tingginya upah.

“Kenaikan pengupahan terus terang membebankan perusahaan, apalagi (pengaruh) pandemi covid-19. Ada beberapa perusahaan memang yang ga rugi, tapi profitnya berkurang, tapi banyak juga perusahaan yang ga bisa bayar Upah, sampai ada isu yang mau pindah ke Jateng (Jawa Tengah.red),” kata Alexander, Rabu 22 Februari 2023.

Menurut dia, tekanan upah yang tinggi akan sangat berpengaruh terhadap perusahaan yang mengandalkan tenaga manusia. Sehingga, tidak sedikit perusahaan padat karya yang ancang-ancang angkat kaki dari Bumi Tegar Beriman.

“Padat karya itu sampai 30 ribu pekerja di Kabupaten Bogor, kalau misal mereka itu kehilangan lapangan pekerjaan kan repot juga kita. Ini sebetulnya jadi permasalahan,” ungkap dia.

Baca Juga :

Gelombang PHK di Depan Mata, Apindo Minta Pemkab Bogor Jangan Tutup Mata

Namun, kata Alexander, perpindahan domisili itu juga merupakan hal yang tidak mudah bagi para pengusaha. Sebab, para pengusaha harus mulai kembali dari nol dalam membangun usaha mereka.

“Memang betul ga gampang, walaupun disana (Jawa Tengah) upahnya murah misalnya, kalau kita pindah kesana kan investasinya (ulang) bebasin tanah lagi, bangun lagi, waktunya lagi kehilangan,” papar dia.

Sehingga, pihaknya masih berusaha mencari solusi terbaik agar para pengusaha tidak angkat kaki dan pengangguran masal di Kabupaten Bogor pun tidak terjadi.

“Kita masih berusaha menemui menteri Ida, gubernur (Jawa Barat) untuk cari solusi perusahaan yang tidak mampu ini, atau perusahaan padat karya,” tutup dia.

 

Reporter : Egi Abdul Mugni

Editor : Ramadhan

Lihat Komentar