RASIOO.id – Aksi penipuan Joko Priyoski alias Jojo kembali terungkap dalam persidangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong ruang sidang Bagir Manan pada Rabu 8 Maret 2023.
Jojo menyampaikan, foto dirinya dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang dipajang di rumahnya ternyata merupakan foto editan. Jojo mengaku, foto itu sempat meyakinkan pihak Yayasan Annahl Pelita Bangsa Sejahtera bahwa Jojo merupakan orang atau aktivis berpengaruh di pemerintahan baik tingkat daerah maupun pusat.
“Editan, itu dipajang di rumah. Yayasan itu pernah datang ke rumah saya liat foto tersebut,” kata Jojo saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan.
Tak hanya itu, untuk meyakinkan pihak yayasan, Jojo juga mengaku dekat dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto dan Ketua DPD Partai Golkar, Wawan Hikal Kurdi.
Baca Juga : Catut Nama Ketua DPRD Rudy Susmanto, Jojo Tipu Warga Hingga Rp500 juta
Ia mengaku dirinya pernah bertemu dengan Rudy Susmanto secara langsung dan memberikan proposal kepada Rudy untuk bahan meminta biaya operasional kepada pihak yayasan dengan dalih bakal dicairkan.
Untuk memuluskan tipu muslihatnya, Jojo menjanjikan kepada pihak yayasan bahwa Rudy Susmanto akan memberikan mobil operasional dan sejumlah sarana prasarana penunjang sekolah.
“Itu rekayasa saya. Waktu itu saya terdesak ekonomi. Pak Rudy ga tau menahu soal ini,” papar dia.
Sementara modus kedekatan dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor ia buat dengan cara mengelabui yayasan lewat orang lain yakni Arco Aldhies Salam alias Salam.
Jojo menyuruh Salam untuk berpura-pura jadi Satgas Golkar atau sebagai penyambung lidah Wanhay dengan pihak yayasan. Seperti dengan Rudy, Jojo meminta biaya operasional kepada pihak yayasan melalui Salam dengan dalih proposal bisa dicairkan jika uang operasional sudah diberikan kepada Salam.
Baca Juga : Wanhay Pastikan Arco Aldhies Salam Pencatut Nama Ketua DPRD Rudy Susmanto Bukan Kader Golkar
Niat busuk itu keluar saat dirinya memiliki jaket partai Golkar di kontrakannya, di Kecamatan Leuwiliang. Ia mengaku dirinya memang simpatisan Golkar.
“Jaket saya beli, saya udah punya sebelumnya karena memang saya kebetulan pemilih partai Golkar,” papar dia.
“Supaya yayasan percaya kalau saya juga deket dengan partai golkar, kemudian membuktikan dengan satgas partai golkar,” Jojo menambahkan.
Ia juga mengaku berbohong ke yayasan dengan dalih kedekatannya dengan kementerian tenaga kerja (Kemenaker).
“Ada (ajuan proposal) ke Kemenaker melalui Edy Candra. Saya juga minta biaya operasional (ke yayasan). saya minta untuk kepentingan pribadi,” papar dia.
Tak puas disitu, dirinya juga berbohong atas nama orang dekat dengan KemenpanRB. Jojo mengaku pernah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) waktu itu dijabat alm. Tjahjo Kumolo.
“Saya pernah ketemu langsung dengan Alm pak Cahyo Kumolo. Waktu pernikahan saya tunjukkan piagam penghargaan. Saya tunjukkan foto untuk yakinkan yayasan,” papar dia.
Reporter : Egi Abdul Mugni
Editor : Ramadhan








Komentar