RASIOO.id – Kepergian Arya Saputra (16), pelajar SMK Bina Warga Kota Bogor, tidak begitu saja diterima oleh pamannya, Ajid. Ajid masih menyimpan kekecewaan marah terhadap pelaku yang secara sadis membunuh keponakannya.
“Kalau kasarnya, nyawa harus dibayar nyawa. Tapi kita ada undang-undang di sini, ada yang mengatur. Mohon kawal untuk kasus ini,” kata Ajid, Sabtu 11 Maret 2023.
Ajid tidak terima jika kasus pembunuhan itu dibiarkan begitu saja. Sebab, kata Ajid, Arya tidak memiliki masalah kepada siapapun, terlebih masalah yang membuat orang tega membunuhnya.
“Ini bukan kasus tawuran. Kalau kasus tawuran sendiri mungkin saya bisa terima, tapi kalau itu bukan kasus tawuran,” papar dia.
Tak hanya itu, kemurkaan itu Ajid sampaikan lantaran Arya Saputra merupakan keponakan yang sangat ia sayang.
“Anaknya memang baik sekali, saya tau walaupun itu ponakan sebelah, tapi seperti keponakan sendiri. Saya tahu bagaimana sifatnya, adatnya, dan kesehariannya,” kata Ajid.
Baca Juga : Kebaikan Almarhum Arya Saputra dalam Ingatan Orang Tuanya, Ingin Bangun Rumah dan Beli Mobil untuk Keluarga
Hal serupa disampaikan orangtua angkat Arya Saputra, Ruja’i. Ruja’i meminta agar polisi segera mencari dan menghukum secara berat terhadap pelaku pembacokan anak angkatnya itu.
“Saya minta usut tuntas, dihukum seberat-beratnya. Intinya saya minta kasus ini harus diusut tuntas,” pinta dia.
Reporter : Egi AM
Editor : Ramadhan









Komentar