RASIOO.id – Nama Arya Saputra kini tengah menjadi perbincangan publik. Pasalnya, pelajar SMK tersebut dibunuh secara sadis dengan cara ditebas bagian lehernya.
Kini netizen menyebut, bahwa pelaku sudah sadar untuk melakukan pembunuhan. Tentunya, hal tersebut membuat geram.
Sorotan dari netizen tersebut terlihat pada unggahan instagram @bogorid_.
“Ditemui saat mengantarkan bantuan ke keluarga korban, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Bismo Teguh Prakoso, Mengkonfirmasi telah menangkap dua orang pelaku pembacokan pelajar SMK Bina Warga. Para pelaku ditangkap diluar Kota. Sedangkan pelaku utama masih buron. Dalam keterangannya Kapolresta meminta waktu untuk menangkap pelaku. Dalam kesempatan tersebut Kapolresta memberikan bantuan sembako,” tulisnya dikutip Rabu (15/3/2023).
Unggahan tersebut pun mendapatkan sorotan dari netizen.
“Pelaku lg ketar ketir,” tulis netizen.
“Jgan ksh kendor ank yg sdh menghilangkn nyawa ank org,” tulis netizen.
“Sudah matang itu akal mereka sudah bisa membunuh secara sadar, hukum seadil adilnya,” tulis netizen.
Diberitakan sebelumnya, AS lias Tukul, pelaku utama pembacokan Arya Saputra nampaknya memang cukup berpengalaman dalam aksi kriminal. Hingga kini Siswa Kelas XI SMK Yaspi Kota Bogor tersebut masih berkeliaran. Polisi belum berhasil menciduk remaja yang belakangaan diketahui sebagai residivis atau mantan nara pidana kasus jambret.
Polresta Bogor Kota, baru berhasil menangkap dua orang pelaku dan satu orang yang membantu pelaku bersembunyi. Menurut Kapolresta Bogor, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso dua pelaku ditangkap di lokasi terpisah, yakni di Lebak Banten, dan di Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Adapun Tukul, kini masih dicari. Pelaku utama pembacokan Arya Saputra itu, kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian, atau buronan.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengungkap, AS juga merupakan residivis dari kasus penjambretan.
“Untuk yang buron AS alias T, dia juga residivis kasus jambret di Kabupaten Bogor,” papar Bismo Teguh Prakoso, 14 Maret 2023.
Tukul baru beberapa bulan bebas dari kasusnya. Usianya yang masuk kategori anak-anak membuat aparat tidak bisa menimpakan pasal berat. Tukul bahkan masih bisa melanjutkan sekolahnya.
“Ini kan karena HAM (hak asasi manusia), setiap warga negara berhak mendapat pndidikan yang layak,” kata Kapolres, saat ditanya wartawan, kenapa residivis masih bisa mengenyam pendidikan formal.
Tetapi, kali ini aksi kriminal Tukul nampaknya jauh lebih berat. Tindakannya menebaskan golok panjang ke arah Arya Saputra (16), membuat korbannya meninggal dunia.
“Dia pasti akan ditangkap,” Kapolres menegaskan.
Polisi nampaknya juga belum mendeteksi dimana Tukul Sembunyi. Namun demikian, tim yang memburu Tukul sudah mendatangi kediaman orang tuanya. Menurut kapolres, orang Tukul juga sangat menyayangkan kasus tersebut terjadi lagi.










Komentar