RASIOO.id – Empat korban longsor di Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor masih dilakukan evakuasi hingga saat ini.
Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas menyebut, material longsoran yang tebal menjadi kendala utama dalam melakukan evakuasi korban bencana itu.
“Kendalanya karena material cukup tebal sampai 4 meter, sementara ini dikerjakan manual. Belum ada rute untuk masuk kendaraan berat ini,” kata Teo, Rabu 11 Maret 2023.
Baca Juga : Longsor Empang, Dua Warga Meninggal Dunia, Satu Kritis dan Empat Masih Tertimbun
Teo mencatat, dari berencana alam itu, ada 6 rumah tertimbun dengan korban selamat sebanyak 11 orang, dua orang meninggal dunia dan empat orang lagi masih dalam proses evakuasi.
“Yang selamat ada yang di RS, ada yang posisi sehat diungsikan ke rumah saudaranya,” papar dia.
Material yang tebal dan pencarian korban secara manual menyebabkan lamanya proses evakuasi terhadap korban yang masih tertimbun itu.
Kata Teo, saat ini Dinas PUPR tengah mencari rute masuk alat berat ke tengah perkampungan guna mempercepat proses evakuasi.
“Sementara belum ketemu rutenya, teman-teman PUPR lagi mencari rutenya, smeoga ada rute bisa masuk jadi bisa lebih cepat,” singkatnya.
Diketahui, bencana tanah longsor ini terjadi pada Selasa (14/3) sekira pukul 23.00 WIB. 6 orang tertimbun tanah longsor di RT.7/RW.4, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, 2 orang ditemukan meninggal dunia. Longsoran tersebut, diperkirakan tinggi 30 meter dan lebar 15 meter.
Data sementara yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, bencana yang terjadi di RT 07/04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan pada Selasa malam itu menyebabkan dua orang meninggal dunia dan enam lainnya masih tertimbun tanah. Korban meninggal dunia, yaitu Mustopa (30), dan Al Fandy balita berusia 2 tahun.
Adapun korban yang belum berhasil dievakuasi dari tumbunan longsor yakni, Yuli (65), M. Yusuf 8 Bulan (anak dari Mustopa), Cucum (50), dan Azzam (5). Tim gabungan masih berupayan mengevakuasi korban di tengah cuaca mendung yang sesekali masih diguyur hujan.
Reporter : Egi AM
Editor : Ramadhan











Komentar