Al Qur’an Turun Malam Lailatul Qodar Kenapa Nuzulul Qur’an diperingati 17 Ramadan? Ini Penjelasan Ulama

 

RASIOO.id – Malam Nuzulul Qur’an atau perayaan untuk mengingat kembali turunnya Al-Qur’an diperingati umat Islam di seluruh dunia. Namun, tahukah kamu ada perbedaan tanggal dan waktu perayaan Nuzulul Qur’an di sejumlah negara. Di Indonesia Nuzulul Qur’an diperingati pada 17 Ramadhan, sementara di beberapa negara ada yang memeringatinya pada malam 24 dan ada juga 27 Ramadhan seperti di Arab Saudi.

Perbedaan waktu tersebut merujuk pada perbedaan pendapat ulama. Pendapat pertama berpandangan turun pada Malam 17 Ramadan, dan pendapat kedua turun pada Malam 24 Ramadan.

Umumnya juga Lailatul Qadar terjadi di sepuluh akhir bulan Ramadhan. Akan tetapi, umatย ย muslim sering memperingatinya pada malam 17 Ramadhan. Mengapa bisa berbeda? Allah swt berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู. ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽุงูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู. ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ู‘ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุดูŽู‡ู’ุฑู. ุชูŽู†ูŽุฒู‘ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููˆุญู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู… ู…ู‘ูู† ูƒูู„ู‘ู ุฃูŽู…ู’ุฑู. ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‡ููŠูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุทู’ู„ูŽุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qurโ€™an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr 1-5).

Para ulama berbeda pendapat tentangย dlamirย โ€œhuโ€ atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qurโ€™an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qurโ€™an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah swt menurunkan Al-Qurโ€™an sekaligus dari lauhulmahfuz keย Baitul Izzahย (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah swt menurunkan pertama kali Al-Qurโ€™an kepada Nabi Muhammadย saw,ย  surat Al-โ€˜Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar?

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbasย ra menjelaskan bahwa Al-Qurโ€™an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhannya; baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammadย saw. (HR. Ath-Thabrani).

Pendapat yang mengatakan Alquran diturunkan pada malam 17 Ramadhan didasarkan pada hadits berikut :

ุนูŽู†ู’ ุฒูŽูŠู’ุฏู ุจู’ู†ู ุฃูŽุฑู’ู‚ูŽู…ูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ : ู…ูŽุง ุฃูŽุดููƒู‘ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฃูŽู…ู’ุชูŽุฑููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุฃูู†ู’ุฒูู„ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู

โ€œDari Zaid bin Arqam radhiyallahuanhu berkata, โ€Aku tidak ragu bahwa malam 17 Ramadhan adalah malam turunnya Al-Quran.โ€ย (HR. Ath-Thabarani dan Abu Syaibah)

Diriwayatkan dari Ibnu Masโ€™ud bahwa malam Qadar itu adalah malam yang siangnya terjadi Perang Badar, berdasarkan firman Allah SWT:

ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู… ุขู…ูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุจุงูู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุฑู’ู‚ูŽุงู†ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุชูŽู‚ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุนูŽุงู†ู

โ€œJika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan.โ€ย (QS. Al-Anfal : 41).

Imam Thabari menjelaskan dengan sanad dari Hasan bin Ali:

ูƒุงู†ุช ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ูุฑู‚ุงู† ูŠูˆู… ุงู„ุชู‚ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุงู† ู„ุณุจุน ุนุดุฑุฉ ู…ู† ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู†

Malam al-Furqan (malam diturunkannya al-qurโ€™an ) adalah bertepatan hari pertempuran dua golongan yaitu tanggal 17 Ramadan. Artinya tanggal 17 Ramadhan merupakan momen penting dalam sejarah Islam, selain hari berlangsungnya perang Badar, juga merupakan waktu pertama kali diturunkannya al-Qurโ€™an kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril.

Menurut para ahli sejarah, pada tanggal 17 Ramadhan itulah terjadi peristiwa Nuzulul Qurโ€™an atau pertama kali turunnya Al Quran dari langit dunia ke muka bumi.

Baca Juga :ย Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama Menurut Kyai NU

Jumlahnya hanya 5 ayat saja, yaitu awal ayat Surat Al-โ€˜Alaq. Jadi tepatnya malam 17 Ramadhan itu adalah malam awal mula turunnya 5 ayat Qurโ€™an pertama ke muka bumi dari langit dunia.

Sementara Allah menegaskan bahwa Al-Qurโ€™an diturunkan pada malam Lailatul Qadar (Surat al-Qadar ayat 1), yaitu malam paling spesial di bulan suci, malam yang sangat diharapkan seluruh umat Muhammad, ia lebih baik dari pada seribu bulan.

Kedua berpandangan Al-Qurโ€™an turun pada malam Lailatul Qadar

Penjelasan dalam literasi Tafsir Jalalain

dan tafsir Ibnu Katsir

ุชูุณูŠุฑ ุงู„ุฌู„ุงู„ูŠู† : ู…ุนู†ู‰ ูˆ ุชุฃูˆูŠู„ ุงู„ุขูŠุฉ 1

ยซุฅู†ุง ุฃู†ุฒู„ู†ุงู‡ ยป ุฃูŠ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฌู…ู„ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู† ุงู„ู„ูˆุญ ุงู„ู…ุญููˆุธ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ุงู„ุฏู†ูŠุง ยซููŠ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑยป ุฃูŠ ุงู„ุดุฑู ุงู„ุนุธูŠู….

โ€œSesungguhnya kami turunkan (Al-Qurโ€™an) yaโ€™ni โ€ turun sekaligus/ jumlatan waahidatanโ€ dari lauhil Mahfudz ke langit dunia โ€ pada malam Lailatul Qadar/ malam yg mulia dan agungโ€.

(Tafsir Jalalain)

ุฅู†ุง ุฃู†ู€ุฒู„ู†ุงู‡ ููŠ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ: ุชูุณูŠุฑ ุงุจู† ูƒุซูŠุฑ

ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุฃู†ุฒู„ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ุŒ ูˆู‡ูŠ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู…ุจุงุฑูƒุฉ ุงู„ุชูŠ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ : ( ุฅู†ุง ุฃู†ุฒู„ู†ุงู‡ ููŠ ู„ูŠู„ุฉ ู…ุจุงุฑูƒุฉ ) [ ุงู„ุฏุฎุงู† : 3 ] ูˆู‡ูŠ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ ุŒ ูˆู‡ูŠ ู…ู† ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ุŒ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ : ( ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ุงู„ุฐูŠ ุฃู†ุฒู„ ููŠู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ) [ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ : 185 ] .ู‚ุงู„ ุงุจู† ุนุจุงุณ ูˆุบูŠุฑู‡ : ุฃู†ุฒู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฌู…ู„ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู† ุงู„ู„ูˆุญ ุงู„ู…ุญููˆุธ ุฅู„ู‰ ุจูŠุช ุงู„ุนุฒุฉ ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ุงู„ุฏู†ูŠุง ุŒ ุซู… ู†ุฒู„ ู…ูุตู„ุง ุจุญุณุจ ุงู„ูˆู‚ุงุฆุน ููŠ ุซู„ุงุซ ูˆุนุดุฑูŠู† ุณู†ุฉ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… .

Bahwasanya Allah SWT menurunkan Al-Qurโ€™an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh berkah, hal ini didasarkan pada firman Allah surat Addukhon ayat 3. Yaitu malam Lailatul Qadar dibulan Ramadhan (Al-Baqarah 185). Ibnu Abbas dan yang lainnya menegaskan โ€œAllah menurunkan Al-Qurโ€™an sekaligus (30 juz, red) dari lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah langit dunia. Kemudian turun berangsur angsur sesuai dengan peristiwa dalam kurun waktu 23 tahun kepada Rasulullah SAW. (Tafsir Ibnu Katsir)

Pertanyaannya kemudian, bagaimana korelasi antara dua narasi di atas? Mengapa bisa berbeda antara peringatan Nuzulul Quran dan diturunkannya Al-Qurโ€™an pada malam Lailatul Qadar?

Beberapa pakar tafsir menjelaskan bahwa Al-Qurโ€™an diturunkan dua kali proses. Pertama, diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah). Kedua, diturunkan secara bertahap (najman najman). Sebelum diterima Nabi di bumi, Allah terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah.

Selanjutnya malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi di bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama 20 tahun, pendapat lain 21 tahun. ( Imam Qurthubi). Walaupun ada sebagian mengatakan Al-Qurโ€™an dalam tempo durasi waktu 22 tahun 22 bulan 22 hari. Ibnu Abbas dan Ibnu Katsir 23 tahun.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Lailatul Qadar (ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ) malam mulia karena Al-Qurโ€™an turun sekaligus 30 juz (jumlatan waahidatan) dari lauhil mahfudz ke Baitul Izzah langit dunia, menurut ulama tafsir kisaran tanggal 24 ramadhan. Nuzulul Qurโ€™an ( ู†ุฒูˆู„ ุงู„ู‚ุฑุงู†) saat turunya Al-Qurโ€™an dari langit dunia kepada nabi Muhammad Saw melalui Ruhul Amiin Jibril As secara mufassholat (berangsur-ansur) satu, dua ayat atau lebih, di waktu yang berbeda-beda selama beberapa tahun, dimulai malam ke 17 Ramadhan dengan turunya wahyu pertama surat Al- Alaq ayat 1-5.

Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menegaskan:

ูˆูŽู„ูŽุง ุฎูู„ูŽุงููŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูˆู’ุญู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูููˆุธู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู‘ูŽู†ู‘ูŽุงู‡ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ุŒ ููŽูˆูุถูุนูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู ูููŠ ุณูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ู ู†ูŽุฌู’ู…ู‹ุง ู†ูŽุฌู’ู…ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงู…ูุฑู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงู‡ููŠ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠ ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹.

 

โ€œTidak ada perbedaan bahwa Al-Qurโ€™an diturunkan dari lauhulmahfuz pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Al-Qurโ€™an terlebih dahulu diletakan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur tentang perintah, larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun.โ€
Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad menuliskan di dalam kitabnya,ย Al-Qurthubi, al-Jamiโ€™ li Ahkam Al-Qurโ€™anย atauย Tafsir al-Qurthubi, juz 2, hal. 297

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูˆู’ุญู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูููˆุธู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุชูŽุจูŽุฉู ูููŠ ุณูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ุซู… ู†ุฒู„ ุจูู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ู†ูุฌููˆู…ู‹ุง- ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุขูŠูŽุชูŽูŠู’ู†ู- ูููŠ ุฃูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชู ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŽุฉู ูููŠ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹

 

โ€œSahabat Ibnu Abbas berkata, Al-Qurโ€™an diturunkan dari Lauhulmahfuzย secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun.โ€

Proses turunnya Al-Qurโ€™an secara total ini terjadi pada malam Lailatul Qadar, tepatnya malam 24 Ramadhan. Pendapat ini sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Asqaโ€™. Imamul Mufassirin (pemimpin para pakar tafsir), Syekh Abu Jaโ€™far Muhammad bin Jarir al-Thabari menyampaikan riwayat tersebut dalam kitab tafsirnya sebagai berikut:

ูƒูŽู…ูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ูƒูุฑูŽูŠู’ุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซู†ุง ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽูŠู‘ูŽุงุดูุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุดูุŒ ุนูŽู†ู’ ุญูŽุณู‘ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุฑูŽุณูุŒ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุฌูุจูŽูŠู’ุฑูุŒ ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ููŽุฌูุนูู„ูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู

โ€œSebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakr bin โ€˜Ayyasy dari al-Aโ€™masy dari Hassan bin Abi al-Asyras dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata; Al-Qurโ€™an diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadhan, kemudian diletakan di Baitul Izzah.โ€

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽู†ู’ุตููˆุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซู†ุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุฑูŽุฌูŽุงุกูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซู†ุง ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽุทู‘ูŽุงู†ูุŒ ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽุŒ ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููŠุญูุŒ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุงุซูู„ูŽุฉูŽุŒ ” ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ุตูุญููู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽุชู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุฑูŽุงุฉู ู„ูุณูุชู‘ู ู…ูŽุถูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุฌููŠู„ู ู„ูุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฎูŽู„ูŽุชู’ุŒ ูˆูŽุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู„ูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œBercerita kepadaku Ahmad bin Manshur, ia berkata, bercerita kepadaku Abdullah bin Rajaโ€™, ia berkata, bercerita kepadaku Imran al-Qatthan dari Qatadah dari Ibnu Abil Malih dari Watsilah dari Nabi, beliau bersabda; lembaran-lembaran Nabi Ibrahim turun pada awal bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan, Injil diturunkan pada 13 Ramadhan, Al-Qurโ€™an diturunkan pada 24 Ramadhan.โ€ (Syekh Abu Jaโ€™far Muhammad bin Jarir al-Thabari,ย Jamiโ€™ al-Bayan โ€˜an Taโ€™wili Ayil Quran/ Tafsir al-Thabari, juz 3, hal. 188).

Dari keterangan di atas dapat ditarik benang merahnya bahwa Al-Qurโ€™an diturunkan dari lauhulmahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) dalam jumlah dan bentuk yang utuh serta komplit. ย Setelah itu, dari langit dunia, Al-Qurโ€™an diturunkan ke bumi secara bertahap sesuai kebutuhan sosio kultur di bumi selama 20, 23, dan 25 tahun.

Dariย Baitulย Izzahย ke dunia inilah dalam riwayat yang masyhur bahwa penurunan Al-Qur’an terjadi pertama kali kepada Rasulullah saw pada malam ke-17 bulan Ramadhan. Itulah kenapa masyarakat Islam banyak yang memperingati Nuzululย Qur’an pada malam tersebut.ย (sumber :mui.or.id/nu.or.id)

Editor : Ramadhan

Komentar