Tangis Histeris Keluarga Arya Saputra Saat Polisi Umumkan Ancaman Hukuman untuk Tukul

 

RASIOO.id – Press rilis penangkapan ASR alias Tukul di Mako Polresta Bogor Kota pada Jum’at 12 Mei 2023 sore diwarnai tangis histeris dan luapan emosi pihak keluarga Arya Saputra. Orang tua angkat dan ibu kandung Arya Saputra hadir saat polisi memprlihatkan wajah Tukul yang merupakan ekskutor atau pelaku utama pembacokan hingga menewaskan korban.

Simpatisan yang menyoroti kasus tersebut juga hadir sambil membentangkan spanduk bertuliskan ‘Justice For Arya’. Seorang wanita juga memegangi foto Arya berukuran cukup besar.
Keluarga dan simpatisan Arya mendengarkan secara seksama keterangan kepolisian soal penangkapan. Suasana mulai riuh, usai mereka mendengar pasal yang dijerat penyidik terhadap Tukul.

“Gua sebagai orang tuanya nggak pernah nyakitin nggak pernah nyentil nggak pernah mukul. Agi (pelaku Tukul) main bacok aja. Gua yang ngurusin dari kecil,” teriak ayah Arya bernama Rojai Supriyadi, di Mapolresta Bogor Kota.

Baca Juga : Dapat Kabar Penangkapan ASR Alias Tukul Pelaku Utama Pembunuh Arya Saputra, Ayah Angkat : Saya Ingin Sekali Tonjok Mukanya

Anggota keluarga yang lain juga memaki Tukul. Ibu kandung korban, Umay yang juga hadir mengikuti keterangan bahkan mengaku tidak puas jika Tukul hanya diancam hukuman 15 tahun yang menurut dia, tidak sebanding dengan apa yang dialami oleh korban.

“Hukum seberat-beratnya ya pak hukumannya ya pak. Anak saya meninggal pak, kehilangan banget pak,” kata ibu kandung Arya bernama Umay kepada Bismo.

Baca Juga : Kabur ke Cianjur, Tukul Pelaku Utama Pembacokan Arya Saputra Datangi Dukun Agar Tidak Ditangkap Polisi

Ucapan Umay langsung disambut oleh ibu angkat Arya bernama Sumiyati. Ia bahkan berharap Tukul dihukum berat dan setimpal.

“Pokoknya saya minta hukuman yang setimpal Pak, anak saya bukan tawuran Pak, mau pulang itu teh. Tahu-tahu ketemu sudah meninggal. Kalau perlu dihukum mati aja, Pak,” keluh Sumiyati kepada Bismo.

Suasana yang semakin riuh tersebut membuat Kapolresta Bogor Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso berupaya menenangkan pihak keluarga.

Kombes Bismo meminta pihak keluarga mempercayakan penanganan kasus tersebut ke pihak penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan.

“Turut berduka ya bu, ini kita lakukan pemeriksaan, secara profesional dan maksimal, kita nanti limpahkan ke jaksa dan pengadilan. Sabar-sabar ya bu,” kata Bismo.

Komentar