RASIOO.id – Penangkapan ASR (17) alias Tukul eksekutor atau pelaku utama pembacokan yang menghilangkan nyawa siswa SMK Bina Warga 1 Kota Bogor, Arya Saputra di Yogyakarta menambah daftar kasus pembunuhan di Bogor di awal 2023 ini yang pelakunya melarikan diri hingga ke Yogyakarta.
Tukul ditangkap Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota pekan lalu, Kamis 11 Mei 2023 setelah dua bulan menjadi buronan polisi.
Sebelum Tukul, Polres Bogor juga menangkap seorang pelaku pembunuhan berinisial DA (34) yang memutilasi R (43) dan membuang potongan tubuh korbannya di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
DA ditangkap di Yogyakarta pada Jum’at 17 Maret 2023, atau dua hari setelah pelaku pembunuhan yang memutilasi korbannya itu membuang potongan tubuh korban yang dimasukan dalam koper merah di daerah Tenjo, Bogor.
Baca Juga : Ditangkap Setelah Dua Bulan Jadi Buronan Polisi, Begini Peran Tukul Pelaku Utama Pembacokan Arya Saputra
Berikut ini dua kasus yang menyita perhatian publik tersebut:
Kasus Pembacokan Arya Saputra di Simpang Pomad
Pembacokan yang dilakukan pelajar Kota Bogor terjadi pada Jum’at 10 Maret 2023 pagi, sekira pukul 09.30 di Simpang Pomad, Jalan Raya Bogor-Jakarta.
Korbannya adalah Arya Saputra, siswa kelas X, SMK Bina Warga 1 Kota Bogor. Adaoun Pelaku berjumlah tiga orang mengendarai satu sepeda motor. Mereka adalah MA (17) alias Bani, SAF (18) dan ASR (17) alias Tukul. Ketiganya tercatat sebagai pelajar SMK Yapis Bogor.
Peristiwa bermula saat MA saling ejek di media sosial dengan pelajar berinisial A yang diduga pelajar SMK Bina Warga 1 Kota Bogor. Dari media sosial, perselisihan kemudian berlanjut ajakan perkelahian.
MA mengajak SAF dan ASR untuk mencari A di sekolahnya. Pada Jum’at pagi itu, mereka sempat mengitari jalanan sekitar sekolah SMK Bina Warga, namun target yang dicari tidak ditemukan.
Baca Juga : Arya Siswa SMK Korban Pembacokan Tidak Pernah Tawuran, Ayah Arya : Sehari-hari Baik Tidak Pernah Macam-Macam
Tidak mau pulang tanpa hasil, para pelaku ini kemudian mencari target secara acak. Dengan mencirikan korbannya berseragam SMK. Target mengarah kepada Arya Saputra dan empat orang temannya yang baru selesai mengerjakan ujian tengah semester. Saat menyeberang jalan di lampu merah simpang Pomad, para pelaku menghampiri dengan laju sepeda motor berkecepatan tinggi.
Tanpa basa-basi, SAF yang duduk dibagian tengah sepeda motor menenandang korban, sementara ASR alias Tukul menyabetkan sebilah golok panjang ke arah Arya dan teman-temannya itu. Malang nasib Arya Saputra, warga Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor terkena sabetan dibagian leher hingga memanjang ke bagian pipi kanannya.
Baca Juga : Terekam Kamera Warga, Begini Aksi Pelaku Sabetkan Pedang ke Arah Siswa SMK di Bogor Hingga Tewas
Lukanya sangat dalam. Darah segar mengalir membasahi tubuhnya. Dalam rekaman kamera dashboar pengendara yang melintas, Arya sempat berjalan beberapa langkah sebelum kemudian tubuhnya ambruk ke jalan. Arya Saputra meninggal dunia.
Suasana di lokasi kejadian kemudian menjadi histeris. Teman-temannya, menangis melihat kondisi sahabatnya itu. Mobil Ambulance datang dan membawa Arya ke RS FMC yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi kejadian.
Tapi Arya tidak terselamatkan. Seorang perempuan paruh baya di lokasi kejadian sempat membimbing Arya mengucap dua kalimat Syahadat saat siswa bernasib malang itu masih tergeletak di pinggir jalan dengan tubuh berlumuran darah.
Peristiwa tragis tersebut pun viral hingga ke media sosial. Warga mengutuk para pelaku, dan aksi simpati netizen berlanjut hingga menuntur keadilan untuk Arya Saputra. Justice for Arya menjadi hashtag yang meramaikan jagat maya.
Atas kejadian tersebut, pelaku tidak tinggal diam. Berbekal rekaman kamera CCTV sekitar lokasi, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku. Dugaan mengarah kepada pelajar SMK Yapis yang memang sejak lama bermusuhan dengan SMK Bina Warga. Polisi mendatangi sekolah tersebut. Namun, siswa sudah bubar.
Tidak kurang akal, polisi mensinyalir ada sejumlah orang yang membantu para pelaku melarikan diri. Polisi akhirnya menangkap MA dan SAF tidak lama setelah peristiwa pembunuhan terjadi. Keduanya ditangkap di dua lokasi terpisah, yakni di Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor dan di Daerah Lebak, Banten. Di saat bersaman polisi juga menangkap seorang pria yang membantu pelaku bersembunyi.
Baca Juga : Polisi Juga Tangkap Warga yang Sembunyikan Pelaku Pembacokan Arya Saputra Siswa SMK di Bogor Hingga Tewas
Adapun, ASR alias Tukul melarikan diri ke lokasi terpisah. Polisi sempat kewalahan mengejar Tukul.
“ASR alias Tukul ini nampaknya memang cukup lihai. Dia tercatat pernah terlibat kejahatan penjambretan dan pencurian di wilayah Kabupaten Bogor dan sudah menjalani proses di kepolisian, hingga ke lapas,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, saat merilis penangkapan Tukul, Jum’at 12 April 2023.
Baca Juga : Alhamdulillah, Akhirnya Tukul si Pembacok Utama Almarhum Arya Saputra Ditangkap Polisi di Yogyakarta
Menurut pengakuan Tukul, selepas peristiwa tersebut, Dia melarikan diri ke daerah Cianjur. Di sana, Tukul menghampiri seorang Dukun untuk meminta “mantra” agar lolos dari penangkapan. Tidak lama Tukul di Cianjur, dia bergeser ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur untuk kemudian melanjutkan pelarian ke Yogyakarta.
“Dia berpikir biaya hidup di Jogja murah,” lanjut Kapolres.
Untuk menghilangkan jejak, Tukul menyamarkan namanya menjadi Dian. Di Yogyakarta dia sempat hidup menjadi pengamen jalanan dan tidur di terminal hingga di masjid-masjid yang tidak terkunci. Tukul kemudian mendapat pekerjaan untuk membantu pedagang mie rebus berjualan.
Warung kecil di Daerah Bantul, Yogyakarta itu menjadi lokasi terakhir pelariannya. Tukul ditangkap oleh Tim Reskirm Polrest Bogor Kota yang menyamar menjadi pembeli.
Baca Juga : Kabur ke Cianjur, Tukul Pelaku Utama Pembacokan Arya Saputra Datangi Dukun Agar Tidak Ditangkap Polisi

Kasus Mutilasi Tenjo
Tidak butuh waktu lama, Polres Bogor mengungkap kasus penemuan mayat korban mutilasi dalam koper merah di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor yang ditemukan warga, pada Rabu 15 Maret 2023. Pelaku ditangkap di Yogyakarta.
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, berbekal hasil olah TKP, Tim Resmob dan Inafis Polres Bogor berhasil mengidentifikasi korban dan juga berhasil mengidentifikasi pelaku dari keterangan saksi dan dari alat bukti yang diperoleh tim nya di lapangan.
“Setelah teridentifikasi tim resmob melakukan pengejaran terhadap pelaku. Di hari Jumat pelaku berhasil ditangkap di Yogjakarta, setelah tim kami melakukan pengejaran dari wilayah Tangerang ke Yogyakarta dan di Yogyakarta kami berhasil menangkap pelaku,” terang Iman.
Baca Juga : Alhamdulillah… Pelaku Mutilasi di Tenjo Akhirnya Ditangkap Polres Bogor
Korban adalah seorang pria berinisia R (43) dan pelaku, DA (35). Iman mengatakan, korban berprofesi sebagai translator atau penerjemah bahasa mandari. Sementara Pelaku berprofesi sebagai pengemudi taksi online. Polisi menangkap R di daerah Yogyakarta setelah melakukan pengejaran dari arah Tangerang, Banten.
“Korban dan tersangka sudah menjalani hidup bersama selama empat bulan kurang lebih di apartemen yang sama di Daerah Cisauk, Kabupaten Tangerang,” terang Kapolres, saat konferensi pers, Sabtu 18 Maret 2023
Baca Juga : Warga Tenjo Sempat Mengira Koper Merah Berisi Mayat Korban Mutilasi Berisi Uang
Iman menambahkan, hubungan antara tersangka dengan korban, bermula saat korban mengorder taksi online melalui aplikasi. Saat itu, pengemudi yang datang adalah R. Korban kemudian merasa nyaman, karena R memberikan pelayanan yang menurut korban sangat baik. Korban dan R kemudian tinggal bersama di apartemen yang disewa R, di daerah Cisauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Dari keterangan yang dikumpulkan penyidik, korban berinisial DA pernah berkeluarga tapi sudah berpisah. Adapun tersangka R, mengaku sudah berkeluarga dan juga memiliki anak.
Empat bulan hidup bersama, DA dan R terlibat percekcokan. Keributan bermula saat korban meminta tersangka melakukan handjob atau masturbasi oleh pelaku. Pelaku menolak dan terjadilah pertengkaran.
“Pelaku itu membunuh pertama kali si korban dengan menusuk sajam ke lehernya korban, kemudian setelah dipastikan meninggal dunia, pelaku mencoba memotong-motong korban menggunakan pisau, tapi tidak berhasil, sehingga si pelaku keluar untuk mencari alat pemotong lain,” kata Iman
Baca Juga : Dihadapan Polisi, Pelaku Mutilasi Dalam Koper Merah di Bogor Mengaku Normal
Pelaku memotong leher dan kedua kaki korban karena mayat korban yang ingin dibuang pelaku tidak muat dimasukan dalam koper merah milik pelaku. Pelaku kemudian memotong bagian tubuh korban itu hingga menyisakan badan dan tangan ke dalam koper berwarana merah. Adapun kepala dan kaki pelaku dibawa dengan wadah terpisah. Menurut pelaku, kepala dan kaki korban di buang ke Sungai Cimanceuri di daerah Tigaraksa, yang lokasinya tidak jauh dari lokasi ditemukannya koper merah berisi mayat korban di Desa Singabangsa, Kecamatan Tenjo.
“Untuk bagian tubuh lainnya masih dalam pencarian,” katanya.
Selain koper merah berisi mayat tanpa kepala dan kaki, polisi juga menemukan sprei dan beberapa barang lain yang dibuang pelaku di sekitaran jalan Tol Cikupa-Tangerang.
“Saat ini barang-barang tersebut sedang dibawa petugas dari Polsek Tenjo ke Polres Bogor,” kata Kapolres (*)














Komentar