RASIOO.id – Pelayanan transportasi publik yang nyaman lewat Biskita di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan program BTS dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mulai terelesasi.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mendorong adanya penambahan 2 koridor baru untuk menunjang program Buy The Service (BTS).
“Tuntutan masyarakat Kota Bogor utk mendapatkan layanan transportasi publik yg aman, nyaman, bersih, efisien dan modern sudah mendapatkan jawaban melalui keberadaan program BTS Bis Kita,” kata Dedie Rachim.
Baca Juga: Peringati Ulang Tahun Raja Charles III, Dedie Rachim Temanin Kedubes Inggris di Bogor
Ia tak menampik meski sudah berjalan, namun masih ada kekurangan yang harus segera diselesaikan. Menurut Dedie Rachim pekerjaan rumah untuk menyempurnakan program BTS ini yakni konversi serta reduksi angkot.
“Mengkonversi serta reduksi angkot dan memastikan rerouting berjalan sesuai harapan,” ujar Dedie Rachim.
Maka dari itulah, Pemkot Bogor berusaha mendorong penambahan 2 koridor baru BTS di antaranya koridor 3 dan 4 pada skema BTS. Koridor 3 nantinya melayani trayek Terminal Bubulak hingga Sukasari sejauh 25,4 kilometer. Sedangkan koridor 4 melayani Ciawi sampai Ciparigi sejauh 36 kilometer.
“Pemkot terus berupaya untuk mendorong adanya penambahan 2 koridor baru BTS untuk memastikan rencana lanjutan peningkatan layanan sesuai tuntutan masyarakat Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.
Baca Juga: Dedie Rachim Dorong UMKM Kota Bogor Naik Kelas dengan berikan Tablet EDC dan POS Gratis
Dari data sementara, load factor penumpang BTS Kota Bogor mencapai 154 persen dengan rata-rata jumlah penumpang 20.412 orang perharinya.
Adanya trend peningkatan jumlah penumpang BTS ini sesuai dengan catatan evaluasi dari Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.
Djoko menjelaskan jumlah penumpang Program Teman Bus di 10 kota dengan skema BTS mengalami peningkatan.
“Ada potensi peningkatan okupansi dan perbaikan kualitas layanan BTS. Sebanyak 62 persen penumpangnya beralih dari sepeda motor ke Bus BTS,” kata Djoko.
Evaluasi program BTS yang kedua yakni soal kehadiran infrastruktur utama.
Baca Juga: Dedie Rachim Lepas Tim Futsal Excellent Kota Bogor Berlaga di Liga Nusantara
“Infrastruktur pendukung BTS di daerah masih belum memadai, seperti akses trotoar dan halte. Desain halte belum memberikan kemudahan untuk akses; dan rambu bus stop/penanda pemberhentian bus tidak terlihat/terpasang,” katanya.
Evaluasi lain yakni soal layanan BTS, dukungan pemerintah daerah dan kelembagaan operator dan pengelolaan transportasi publik.
“Pemberian subsidi pembelian layanan/BTS ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi pengguna layanan. Belum ada kejelasan terkait keberlanjutan program, jangka waktu pendanaan oleh pemerintah daerah di masa depan. Belum ada komitmen anggaran dari Pemerintah Daerah dan DPRD (Provinsi/ Kota/Kabupaten),” tutup Djoko Setijowarno.














Komentar