RASIOO.id – Wali Kota Bogor Bima Arya akan mengakhiri masa jabatan pada akhir Desember mendatang. Menjabat selama dua periode, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengalami lonjakan harta kekayaan dua kali lipat dibanding saat awal menjabat.
Bima Arya terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada akhir tahun lalu. Jumlahnya mencapai Rp6.567.987.500.
Jika dibanding awal menjabat, kenaikan harta kekayaan orang nomor satu di Kota Bogor ini mencapai Rp3.341.024.580.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercantum di elhkpn.kpk.go.id, harta kekayaan Bima Arya saat awal menjabat sebagai Wali Kota Bogor berjumlah sebesar Rp3.226.962.920. Hal itu ia laporkan pada 14 Juli 2014 silam.
Pada 31 Desember 2022, Bima Arya kembali melaporkan harta kekayaannya. Di mana, jumlahnya mencapai Rp6.567.987.500.
Baca Juga :Bima Arya Ajak Ratusan Pelajar di Kota Bogor Menabung Sejak Dini
Harta kekayaan Bima Arya sendiri paling besar berada dari tanah dan bangunan yang mencapai angka Rp5.998.487.500. Kemudian, kas dan setara kas mencapai Rp275.000.000.
Lalu, disusul dengan harta begerak lainnya mencapai Rp179.500.000. Setelah itu, ada alat transportasi dan mesin senilai Rp95.000.000. Terakhir, surat berharga mencapai Rp20.000.000
Meski begitu, Bima Arya diketahui memiliki hutang sebesar Rp200.000.000. Sehingga, jika di total, harta kekayaan Bima Arya saat ini berjumlah senilai Rp6.367.987.500.
Menariknya, dari harta kekayaan yang dilaporkan, Bima Arya diketahui tidak memiliki kendaraan roda dua. Hal itu pun diakuinya sudah terjadi sejak beberapa tahun kebelakang.
“Sebetulnya udah lama ya, saya tuh udah gak punya mobil itu dari tahun berapa ya, sudah bertahun-tahun lah, karena memang dijual, terakhir punya Captiva dijual dan pake mobil dinas,” ujarnya kepada wartawan.
“Tapi karena sebentar lagi selesai rasa-rasanya saya harus mulai mencari beli mobil atau sewa mobil,”
Disinggung apakah harta kekayaannya tahun ini naik atau turun, Bima Arya mengaku bahwa dirinya tidak bertambah kaya.
“Kalau cash pasti turun, ya kalau nilai aset ya otomatis kan setiap tahunnya bertambah, tapi kalau yang tunai ya pasti turun lah saya kira, tidak bertambah kaya lah,” kata dia.
Simak rasioo.id di GoogleNews










Komentar