RASIOO.id – Para pedagang di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor menolak direlokasi di Rest Area Gunung Mas Puncak.
Salah satu pedagang di Puncak, Karim menyampaikan, pemerintah lebih mementingkan pengembang daripada masyarakat atau pedagang di daerah Puncak.
Sebab, kata dia, pemerintah baru mensosialisasikan soal relokasi usai pembangunan Rest Area Gunung Mas hampir selesai.
“Kami berterima kasih sudah dibuatkan dengan suasana yang seperti ini, bagus,” kata Karim saat sosialisasi pemerintah kepada para pedagang, Senin 25 September 2023.
“Tapi desainnya (Rest Area Puncak) salah, karena tidak sosialisasi dengan pedagang. Kenapa engga diajak bicara dulu pegangan ini, gimana bagusnya,” tambah dia
Baca Juga: Pemkab Bogor Targetkan Rest Area Puncak Beroperasi sebelum HJB ke 541
Ia meminta, pemerintah tidak semena-mena mengatur rakyat tanpa adanya kesepakatan sebelumnya. Ia memohon agar pemerintah tidak memutus mata pencaharian mereka akibat relokasi.
“Bimbing kami semuanya ini, jangan sampai mendzolimi, kami butuh makan, kami butuh hidup,” cetus dia.
Ia bahkan menyindir para pejabat yang mampu membuat aturan tanpa mempertimbangkan para pedagang di kawasan Puncak tersebut.
“Kami butuh biaya, anak kami juga pengen seperti kalian (pejabat), bapak-bapak yang di sini, doakan kami karena isi perutnya lapar,” ungkap dia.
Jeritan Pedagang
Meski para pedagang dinilai pemerintah mengganggu kenyamanan kawasan Puncak, namun ia memohon pemerintah lebih bijak dalam memutuskan kebijakan.
“Jangan dilihat dari segi negatif nya, tapi lihat dari segi positifnya. Dari segi positifnya, keamanan dari Cisarua sampai puncak, kalau ga ada pedagang, kecelakaan longsor, siapa (yang membantu) kalau ga ada pedagang,” jelas dia.
“Pakai hati nurani, pakai rarasa (red: perasaan),” sindirnya.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Ragukan Sayaga Wisata Kelola Rest Area Gunung Mas dan Situ Cibinong
Ia bahkan berulang kali memohon kepada pemerintah agar tidak memaksa mereka untuk berjualan di tempat yang dinilai kurang strategis itu.
“Kami tidak banyak ngomong, karena bapak-bapak punya tugas dari pemerintah tapi dalam hal ini, cobalah pakai nurani, pakai rasa,” ucapnya.
“Tolonglah pak, jangan sengsarakan kami. Jabatan cuma lima tahun, tapi amal kita akan sampai di yaumal akhir,” tutup Karim.
Simak rasioo.id di GoogleNews












Komentar