RASIOO.id – Sejumlah pengunjuk rasa yang mengatasnamakan BEM se Bogor menggelar unjuk rasa di depan Gerdang Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Jum’at 6 Oktober 2023.
Mahasiswa yang tergabung beberapa kampus ini menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Aksi ini berlangsung panas, karena para pengunjuk rasa berhasil mendobrak gerbang Tegar Beriman yang dijaga aparat kepolisian dan Satpol-PP Kabupaten Bogor.
Pantauan media, aksi itu diwarnai ketegangan antara mahasiswa dengan aparat yang menjaga gerbang tersebut. Usai mendobrak gerbang hijau itu, mereka langsung membakar ban di depan puluhan penjaga.
Koordinator BEM Se-Bogor, Yuswan Yudistira menyampaikan bahwa aksi demonstrasi bertujuan untuk menuntut janji Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Tuntutan pertama, mereka meminta pemerintah Kabupaten Bogor memberikan sanksi tegas kepada para pengusaha tambang yang sengaja membiarkan Dump Truk mereka beroperasi di luar jam operasional yang telah diatur.
“Pertama menantang kepada Bupati untuk memberikan punishment kepada perusahaan yang hari ini masih bandel mengeluarkan Dump Truk di luar jam operasional, karena dalam perbup nomer 20 tahun 2021 itu sudah jelas jam operasionalnya,” kata Yuswan.
“Kondisi hari ini, di Bogor Barat, itu jam 6 pagi atau jam 12 siang itu masih ada Dump Truck yang lewat seenaknya,” lanjut dia.
Baca Juga : Pasca Unjuk Rasa dan Perusakan Baliho Bacaleg, Kini Tersebar Ajakan Tolak Demo Anarkis di Unpak Bogor
Tuntutan kedua, BEM Se-Bogor meminta Bupati Bogor menunaikan janjinya untuk menumpas kasus stunting di Bumi Tegar Beriman. Sebab, kata dia, janji Kabupaten Bogor Zero Stunting masih jauh dari harapan.
“Masalah stunting itu masih banyak,terutama di Bogor Barat. Masih ada beberapa desa yang angka stunting nya masih tinggi,” papar dia.
Baca Juga : Aliansi BEM Se-Bogor Terpecah, Yuswan Yudistira : Tidak Ada Mubes Di Kampus Dewantara
Kemudian, persoalan kekeringan pun menjadi sorotan BEM Se-Bogor. Mereka menilai, Pemkab Bogor belum maksimal memberikan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
“Kami mendesak Bupati untuk segera menyalurkan air bersih, khususnya di Bogor Barat. Karena di sana banyak sekali daerah-daerah yang butuh air bersih karena kekeringan,” ungkapnya.
Terakhir, BEM Se-Bogor meminta Bupati Bogor menyelesaikan secara tuntas kasus kebakaran di Pasar Leuwiliang agar para pedagang bisa kembali menjalankan roda ekonomi mereka.
“Kita menuntut Bupati untuk segera membereskan permasalahan Kebakaran di Pasar Leuwiliang. Kita meminta untuk Bupati mengeluarkan solusi yang konkret,” ungkapnya.
BEM Se-Bogor mengancam, jika tuntutan mereka tidak direalisasikan pemerintah Kabupaten Bogor, mereka akan kembali menggelar aksi dengan jumlah demonstran yang lebih banyak.
“Kalau tidak ada progres, kita akan turun lagi,” tutup dia.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar