Segaran dalam bahasa Jawa berarti laut buatan. Setiap kali Sultan mengunjungi taman tersebut, beliau akan mendayung perahu pribadinya melewati jembatan gantung yang disebut ‘Kreteg Gantung’ yang terletak di depan gerbang Kraton, ke arah selatan atau utara Kemandungan.
Bagian lain dari bangunan yang dulu terhubung dengan jembatan gantung masih dapat dilihat. Selain transportasi air, terdapat juga jalan bawah tanah atau terowongan dari Kraton Yogyakarta yang menuju salah satu bangunan di taman yang disebut Pasarean Ledok Sari.
Di tengahnya, ada Istana Besar. Bangunan-bangunan megah itu berada di bawah air yang pintu masuknya hanya segelintir kerabat kerajaan yang tahu.
“Tamansari bukan sekedar tempat raja dan kerabatnya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Bangunan ini dulunya berfungsi sebagai sebuah benteng, dan tempat pengembangan keterampilan rakyat kraton,” jelasnya.
Baca Juga : Hikayat Sirathal Mustaqiem Samarinda, Kampung Judi dan Nenek Misterius Dirikan 4 Tiang Masjid
Dahulu kala, kata Suharyati, Istana Air juga digunakan untuk tempat perlindungan. Saat musuh menyerang Keraton, Sultan dan keluarganya dapat menyelamatkan diri lewat jalan bawah tanah. Pada saat mereka sudah berada dalam keadaan yang aman, pintu air akan dibuka sehingga air akan mengaliri jalan tersebut dan menenggelamkan musuh-musuh yang mengejar. Terowongan itu hingga saat ini masih nampak kokoh.
Selain itu, wisatawan juga dapat mengunjungi Masjid Soko Tunggal yang terletak di sebelah selatan gang/jalan kecil yang menuju Taman Sari Pesanggrahan (sebuah rumah peristirahatan).









Komentar