
Dalam kegiatan itu, setiap pelajar diberi kesempatan untuk mengeksplorasi makna dari Bhineka Tunggal Ika dan menampilkan ragam budaya dari berbagai daerah seperti Sumatera, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Mereka menampilkan ciri khas budaya masing-masing daerah seperti lagu daerah, tari tradisional, dan ragam kuliner khas Nusantara.
Nasrullah mengajak seluruh komponen sekolah beserta orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kolaborasi yang konstruktif demi tumbuh kembang siswa-siswi yang mampu memegang teguh serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa, di samping semangat untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya nusantara.
“Orang tua dan guru harus saling menjalin kerjasama yang positif dalam rangka menumbuhkembangkan potensi yang ada dalam diri siswa-siswi.
Sehingga, anak-anak akan tumbuh dan berkembang menjadi seperti yang kita harapkan. Baik secara pengetahuan akhlak, dan cinta tanah air dengan segala warisan budayanya yang sangat kaya sekali yang terbentang dari Sabang smpai Merauke,” cetus dia.
Menurut Nashrullah, perlunya upaya peningkatan mutu dan kualitas sekolah, sehingga ke depan, sarana penunjang belajar siswa-siswi dapat terpenuhi sebagaimana idealnya yang diharapkan.
Di samping itu, Rizka Aulia, Ketua Tim Fasilitator P5 mengatakan, dengan suksesnya Gelar Karya P5 kesatu dan kedua, SMPIT Birrul Walidain berencana untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendidik generasi penerus yang berkualitas, beretika, serta mengedepankan semangat persatuan dalam keberagaman.
“Tidak ada yang lebih bahagia bagi seorang guru selain melihat anak didiknya tumbuh menjadi anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas secara spiritual dan sosial. Lebih-lebih anak didik mampu mewarnai lingkungannya dengan warna yang lebih positif, ” ujar wanita yang biasa disapa Bu Aul itu.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar