RASIOO.id— Perebutan kursi Ketua DPRD Kota Tangerang definitif mulai menjadi perhatian publik. Di tengah munculnya sejumlah nama kader Partai Golkar yang disebut-sebut berpeluang mengisi posisi tersebut, aktivis pemuda dari Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Tangerang, Naufal Fawwaz Dzaki, mengingatkan partai berlambang pohon beringin itu agar tidak terburu-buru menentukan pilihan.
Menurut Naufal, kursi Ketua DPRD bukan sekadar jabatan struktural atau formalitas dalam lembaga legislatif. Posisi tersebut dinilai menjadi salah satu wajah Partai Golkar sekaligus simbol kepemimpinan politik partai di hadapan masyarakat Kota Tangerang.
Hal itu disampaikan Naufal menyusul kekosongan jabatan Ketua DPRD Kota Tangerang setelah wafatnya almarhum Rusdi. Saat ini, sejumlah kader Golkar disebut mencuat sebagai kandidat untuk menduduki kursi pimpinan DPRD definitif.
“Jabatan Ketua DPRD adalah posisi yang sangat krusial, terutama dalam mengawal arah kebijakan dan fungsi anggaran daerah. Partai Golkar harus bertindak sigap namun tetap terukur dalam memilih kader terbaik yang tidak hanya pandai berdiplomasi di parlemen, tetapi juga tanggap dan mampu memetakan persoalan riil warga di lapangan,” kata Naufal saat ditemui di Sekretariat GPII, Sabtu (22/8/2026).
Bukan Sekadar Soal Senioritas
Naufal menilai, penentuan Ketua DPRD seharusnya tidak hanya melihat faktor popularitas, senioritas, maupun kemampuan berpolitik di internal partai.
Menurutnya, kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) memang menjadi bagian penting dalam menentukan kader yang layak menduduki posisi tersebut. Namun, ada aspek lain yang tak kalah penting, yakni kemampuan pemimpin dalam membaca persoalan masyarakat dan menerjemahkan aspirasi tersebut ke dalam kerja-kerja legislatif.
“Ketua DPRD adalah representasi utama kinerja dan citra Partai Golkar di lembaga legislatif. Kebijakan serta gaya kepemimpinan yang ditampilkan akan langsung berdampak pada persepsi publik terhadap partai,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong DPD Partai Golkar Kota Tangerang untuk memilih figur yang memiliki rekam jejak baik sekaligus memiliki kemampuan membangun komunikasi politik yang sehat.
Harus Mampu Rangkul Semua Fraksi
Naufal juga menyoroti tantangan Ketua DPRD dalam menjalankan fungsi legislatif. Menurut dia, pemimpin DPRD harus mampu menjembatani kepentingan berbagai fraksi dan membangun komunikasi lintas kelompok.
Bukan hanya dengan sesama anggota DPRD, komunikasi juga perlu diperkuat dengan organisasi masyarakat, pemuda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga Kota Tangerang.
Figur yang terpilih, kata dia, harus mampu menjaga hubungan kemitraan yang konstruktif antara DPRD dan Pemerintah Kota Tangerang. Hubungan tersebut penting agar fungsi pengawasan tetap berjalan tanpa menghambat program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemimpin terpilih diharapkan tidak hanya berada di balik meja, melainkan aktif bergerak, menyerap aspirasi, dan sigap memetakan solusi atas berbagai persoalan pembangunan dan sosial di Kota Tangerang,” tegasnya.
Menurut Naufal, masyarakat pada akhirnya tidak hanya akan menilai Ketua DPRD dari kemampuan berbicara di ruang sidang. Publik juga akan melihat seberapa jauh pimpinan legislatif mampu membawa suara masyarakat ke dalam kebijakan daerah.
Minta Segera Ada Ketua Definitif
Di sisi lain, Naufal berharap proses penentuan Ketua DPRD Kota Tangerang definitif tidak berlarut-larut. Kekosongan kursi pimpinan, menurutnya, perlu segera diselesaikan agar fungsi kelembagaan DPRD dapat berjalan secara optimal.
Ia pun mendorong seluruh proses internal Partai Golkar dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat Kota Tangerang.
“Yang terpenting adalah bagaimana Partai Golkar mampu menghadirkan sosok terbaik untuk memimpin DPRD Kota Tangerang dan benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Naufal berharap keputusan yang nantinya diambil Partai Golkar tidak hanya mampu menyelesaikan kekosongan kursi pimpinan, tetapi juga melahirkan sosok yang mampu membawa DPRD Kota Tangerang semakin responsif terhadap persoalan warga.
Sebab, bagi masyarakat, kursi Ketua DPRD bukan sekadar soal siapa yang duduk di kursi pimpinan. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang mampu mengubah kursi tersebut menjadi ruang perjuangan untuk menyuarakan kepentingan warga Kota Tangerang.















Komentar