RASIOO.id – Camat Batuceper, Kota Tangerang Mulyani mendatangi rumah tidak layak huni yang ditempati dua keluarga di Kampung Darussalam Utara I RT 03/05, Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
Camat Mulyani mengaku miris hati setelah dirinya menyaksikan langsung kondisi rumah yang ditempati keluarga Mulyati, janda berusia 50 tahun dan Keluarga Tari petugas sampah di lingkungan tersebut.
“Kasian sih. Miris melihat kondisinya seperti itu,” ujar dia pada Rabu 22 November 2023 di RW 05 Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.
Camat berjanji akan membantu dua keluarga tersebut membangun rumah agar layak ditempati. Caranya, akan dilakukan melalui mekanisme partisipasi dengan mendukung bantuan keuangan melalui Yayasan Satu Atap yang memang lebih dulu membantu.
Kemudian yang kedua, kata Mulyani, bantuan akan didorong melalui program bedah rumah Pemerintah Kota Tangerang. Camat mengakui, pihaknya memang belum mengusulkan rumah tersebut mendapat bantuan bedah rumah.
“Ya, saling membantu aja nanti kita juga cari donatur, lah. Siapa tau bisa bantu untuk pasang keramik dan lain sebagainya sebelum musim hujan, tidak usah ada persyaratan yang penting kita bantu Satu Atap (Yayasa Satu Atap) aja,” ujar dia.
Baca Juga : Dear Wali Kota Tangerang, di RT 03/05 Kelurahan Batusari Masih ada 2 Rumah Tidak Layak Huni
Beruntungnya, lanjut dia, Yayasan Satu Atap sudah mengambil tindakan untuk menolong dua keluarga itu membangun rumah. Hanya, memang masih membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Jadi, alhamdulilah ada Satu Atap itu bisa membantu untuk menangani permasalahan Ibu Mulyati (Uwa Upi) dan Pak Tari. Intinya, kita akan berusaha juga untuk membantu ke Satu Atap biar cepet selesai,” tegasnya.
Kemudian, pihaknya akan menangani bantuan tersebut dengan berkoordinasi melalui Satu Atap pimpinan Sudirman. Bantuan dari donatur akan diserahkan kepada pihak Yayasan Satu Atap.
“Satu Atap udah nanganin kan udah selesai yang sebelah sini (rumah Uwa Upi) tinggal ngecat aja keramik udah, atap udah, dinding udah, tinggal sebelah sini (rumah Pak Tari) belum pasang keramik kan itu mungkin kita lewat satu atap aja kita bantunya biar nanti kan kita koordinasi dengan Satu Atap yang membangunkan kekurangannya,” terangnya.
“Apa nanti kita kirimkan bantuan material ataupun bantuan uang yang bisa digunakan oleh Satu Atap. Kalau ke yang punya rumahnya ya nanti aja mungkin sekarangkan lagi yang lebih urgent kan bangunan rumahnya itu aja si,” tutupnya.
Soal program bedah rumah, kata Mulyani, harus melalui mekanisme pengusulan terlebih dahulu. Sayangnya, rumah Muyati dan Tari belum masuk usulan program tersebut.
“Ya ini tadi juga sudah saya tanyakan ke Pak Jariri Lurah Batusari, memang belum diusulkan. Mungkin itu keteledoran ya. Tapi initinya akan kita bantu supaya cepat selesai,” tandas dia.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar