When I was just a little girl
I asked my mother, what will I be
Will I be pretty? Will I be rich?
Here’s what she said to meQué será, será
Whatever will be, will be
The future’s not ours to see
Qué será, será
What will be, will be——–
Saat aku masih kecil
Aku bertanya pada ibuku, aku akan jadi apa
Apakah aku akan cantik? Apakah saya akan kaya?
Inilah yang dia katakan padakuItu akan terjadi, itu akan terjadi
Apa yang terjadi terjadilah
Masa depan bukan milik kita untuk dilihat
Itu akan terjadi, itu akan terjadi
Apa yang akan terjadi terjadilah
RASIOO.id – Potongan bait lagu Que sera karya Doris Day tersebut menggema di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Minggu 10 Desember 2023, tepat di Hari Disabilitas Internasional.
Lagu tersebut dinyanyikan anak-anak “Spesial” binaan Jendela Ibu, Lembaga Kesejahteraan Sosial yang selama ini konsen mendorong kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas melalui penyebaran informasi, akses pelayanan rehabilitasi medik, peningkatan partisipasi publik dan penciptaan kolaborasi bagi penyandang disabilitas melalui program-program pemberdayaan.
Merdu suara anak spesial dengan alunan musik persembahan musisi Rumah Kreatif Keboen Sastra membuat suasana menjadi begitu syahdu. Air mata peserta yang hadir tak terbendung melihat anak spesial itu menampilkan keistimewaan yang mereka punya. Riang dan gembira.
Lagu Kasih Ibu, karya Ibu ciptaan Mochtar Embut, lenggak-lenggok tari tradisional yang dibawakan anak spesial itu mengaduk-ngaduk perasaan. Haru dan penuh syukur. Di tengah keterbatasan yang anak-anak itu hadapi, masih ada pihak yang memberi ruang mereka untuk unjuk kebisaan dan mendapat apresiasi.
Ketua Yayasan Jendela Ibu, Ifthani Jayanti mengatakan, kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pesta Kreasi Anak Spesial tersebut memang dikhususkan untuk menampilkan kreasi anak spesial binaan mereka. Dia mengatakan, baru kali pertama ini, Pesta Kreasi Anak Spesial itu di ruang yang juga spesial, yakni Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bogor.
“Kami berterima kasih kepada pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor, juga khususnya kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Bapak Rudy Susmanto yang berkenan ruangan ini dipakai untuk Pesta Kreasi Anak Spesial,” kata Ifthani.
Dia berharap, penampilan anak spesial di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor itu, dapat menarik minat bagi instansi pemerintahan untuk bersama-sama mewujudkan kesetaraan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Menurut dia, anak berkebutuhan khusus memerlukan bantuan agar mereka bisa mandiri fisik dan mandiri.
“Kita tidak hanya cukup dengan memberikan wadah berkumpul bagi mereka, tapi juga memberikan kesetaraan akses,” kata dia.
Jendela Ibu, lanjut dia, telah menjalankan beberapa cabang program untuk mewujudkan kemandirian fisik dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Program tersebut antara lain, Warunk Beesabilitas yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas yang sudah mandiri secara fisik dan mampu berusaha tapi belum menemukan wadah untuk berkarya.
Selain itu, Program Jendela Hati dikhusukan untuk pendamping penyandang disabilitas, yang berfokus kepada kesehatan mental dan parenting. Program Orang Tua Asuh untuk membantu pembiayaan terapi medis bagi anak berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan biaya guna mendapatkan penanganan yang layak dan tepat dari tenaga ahli.
“Kami juga mengembangkan Rumah Tumbuh Kembang di Ciawi Bogor untuk mendampingi penyandang disabilitas agar tumbuh dengan kondisi fisik optimal, memandu bakat, dan memberikan akses pendidikan,” cetus dia.
Ifthani berharap, apa yang mereka perjuangkan mendapat dukungan banyak pihak, terutama para pemangku kepentingan dan kebijakan di Kabupaten Bogor. Menurut dia, butuh kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang Inklusi.
Lihat Juga : Pesta Kreasi Anak Spesial di Hari Disabilitas Internasional
Simak rasioo.id di Google News














Komentar