RASIOO.id – Kepala Biro Umum Kemendagri, Asmawa Tosepu hampir bisa dipastikan akan mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bogor. Jika tidak ada perubahan, Mantan Pj Wali Kota Kendari itu akan dilantik sebagai Pj Bupati Bogor pada Sabtu 30 Desember 2023. Adapun serah terima jabatan akan dilaksanakan keesokan harinya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin membenarkan soal kabar pelantikan Pj Bupati Bogor yang akan digelar di akhir pekan ini.
“Pelantikan Pj rencananya Sabtu 30 Desember dan sertijabnya tanggal 31 Desember,” kata Burhanudin, kepada wartawan, Kamis 28 Desember 2023.
Namun, sayangnya, Burhanudin enggan menyebut siapa nama Pj Bupati Bogor yang akan dilantik. Sekda juga tidak membantah nama tersebut Asmawa Tosepu.
Lalu apa prestasi Asmawa Tosepu yang kini namanya santer sebagai Calon Pj Bupati Bogor?
Baca Juga : Asmawa Tosepu Bakal Jadi Pj Bupati Bogor, Ini Profil Singkatnya
Asmawa Tosepu merupakan esselon II A di Kemendagri. Saat memimpin Kota Kendari, Dia sempat membawa Kota Kendari masuk tiga besar dalam Kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2023 wilayah Sulawesi. Kota Kendari bersaing dengan Kota Makassar dan Manado.
Hal ini diumumkan pada Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), di Jakarta, Selasa3 Oktober 2023 yang lalu.
Penghargaan ini diberikan oleh Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bagi pemerintah daerah terbaik dalam pengembangan digitalisasi pada 2023. Tahun ini Kota Makassar menjadi yang terbaik di wilayah Sulawesi.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, menyampaikan pentingnya sinergitas dan kolaborasi semua pihak dalam percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah.
“Digitalisasi Daerah sudah menjadi kebutuhan untuk mensinergikan dan berkolaborasi melalui inovasi, inisiatif baru dan penguatan kebijakan dalam kerangka percepatan dan perluasan implementasi digitalisasi di daerah,” ungkap Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Tahun 2023.
Menurutnya, implementasi digitalisasi ini berdampak positif terhadap penerimaan pajak dan retribusi daerah yang mengalami peningkatan.
“Melalui inovasi transaksi keuangan daerah berbasis digital yang diharapkan akan meningkatkan pendapatan daerah, transparansi, akuntabilitas pengelolaan keuangan, dan pelayanan publik. Hal ini pada akhirnya tentu akan berkontribusi positif pada percepatan, bahkan lompatan kinerja pembangunan daerah,” terang Asmawa.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar