Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Bogor Tahun 2025

RASIOO.id – Pemerintah Bogor (Pemkab Bogor) menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor Tahun 2025. Dalam konsultasi itu terdapat pemaparan tiga prioritas pembangunan kedepan.

Tiga prioritas pembangunan Pemkab Bogor yaitu pertama Stabilisasi Ekonomi, kedua Peningkatan Tata Kelola Pelayanan Publik, Kinerja Aparatur, dan Penataan Administrasi, serta ketiga Pemenuhan Saran dan Prasarana Pemerintah Daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan tujuan Forum Konsultasi Publik ini agar terciptanya kesepakatan bersama dari seluruh stakeholder yang ada. Sekitar 700 peserta hadir mulai dari anggota DPRD, forkopimda, akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga lembaga terkait.

“Tahun 2025 merupakan tahun dasar bagi seluruh dokumen perencanaan baik Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2025-2045, Rencana Pembangunan jangka Menengah Kabupaten Bogor Tahun 2025-2029, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2025,” katanya di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Rabu (7/02/2024).

Dia pun berharap adanya kegiatan ini setiap stakeholder mengetahui informasi terkait rencana pembangunan yang dirumuskan di dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2024-2025. Sejumlah tantangan akan dihadapi dalam upaya melaksanakan program pembangunan tersebut sehingga diperlukan kolaborasi dan komitmen bersama.

“Kita semua berharap prioritas pembangunan daerah di Kabupaten Bogor yang akan dikerjakan ini dapat memajukan Bogor dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mewakili Pj. Bupati Bogor mengatakan sebagai upaya untuk mewujudkan prioritas pembangunan maka perlu adanya peran dan sinergi dari semua stakeholder. Ini agar pelaksanaan program pembangunan terlaksana secara konsisten di seluruh sektor.

“Tahun 2025 nanti, Bogor sudah memiliki Bupati dan Wakil Bupati definitif. Saat itu kepala daerah yang baru akan melaksanakan hasil perencanaan daerah yang telah disusun ini,” katanya.

Dia pun meminta untuk seluruh OPD meninjau kembali program kerja yang dimiliki. Program kerja dimasing-masing OPD harus sesuai dan berkaitan dengan prioritas pembangunan daerah tahun 2025.

“Penyesuaian ini diperlukan karena prioritas pembangunan ini berjalan lewat program kerja setiap OPD. Apabila berbeda segera sesuaikan agar tidak ada lagi kendala saat pelaksanaannya,” pintanya.

Burhanudin mencotohkan seperti pelayanan publik yang saat ini menjadi prioritas pembangunan. Sehingga harus ada program kerja OPD yang berfokus tercapainya peningkatan pelayanan publik.

“Setiap tahapan penyusunan dokumen RKPD 2025 harus dikawal ketat. Sebab program organisasi perangkat daerah harus dipastikan berdasarkan RKPD yang disusun,” ungkapnya.

Adapun pada penghujung Forum Konsultasi Publik ini dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan untuk penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Tahun 2025, Serta penyerahan keuangan kompetitif tahun 2024 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk program di sejumlah lembaga dan desa yaitu:

  1. Peningkatan Sarana dan Prasarana Produksi Perikanan di Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Peternakan dan Perikanan sebesar Rp.3.127.485.000.
  2. Pengembangan Agrowisata Terpadu Taman Teknologi Pertanian Cigombong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebesar Rp.4.230.250.000.

  3. Pembangunan Taman Edupark Ramah Air di Hutan Kota Pakansari Dinas Lingkungan Hidup sebesar Rp.3.500.000.000.

  4. ⁠Pengadaan Sarana Trasportasi Ramah Lingkungan Dinas Perhubungan sebesar Rp. 7.729.451.000.

  5. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Desa Sukaharja Kecamatan Sukamakmur sebesar Rp.810.000.000.

  6. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Desa Sukamakmur Kecamatan Sukamakmur sebesar Rp.700.000.000.

  7. Pembangunan Pertanian Modern dengan Skala Industri Berkelanjutan Desa Pengasinan Kecamatan Gunungsindur sebesar Rp.607.496.500, dan 8. Budidaya Ternak Domba Garut Desa Gorowong Kecamatan Parung Panjang sebesar Rp.350.000.000.*

 

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Lihat Komentar