Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-10 dan Salat Tarawih Malam ke-11

RASIOO.id – Diriwayatkan dalam kitab Durratun Nasihin, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : “Apabila permulaan malam bulan Ramadhan, maka Allah berfirman: ‘barangsiapa cinta kepadaku, maka Akupun cinta kepadanya, barangsiapa mencari aku, maka Akupun mencarinya, dan barangsiapa minta ampun kepadaku maka Akupun mengampuninya, sebab mulianya bulan Ramadhan.” 

Maka Allah memerintahkan kepada malaikat kiraaman katibin (petugas pencatat) agar supaya di bulan Ramadhan mereka hanya mencatat segala kebaikan (umat Muhammad) dan tidak mencatat perlakuan jelek mereka, dan Allah menghapus dosa-dosa mereka yang telah lewat.

Baca Juga : Keutamaan Puasa Hari ke-9 dan Salat Tarawih malam ke-10

Dalam riwayat lain, termaktub di kitab Al Hayati, bahwa shuhuf atau lembaran nabi Ibrahim AS diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, kitab taurat pada malam keenam bulan Ramadhan tujuh ratus tahun sesudah shuhufnya nabi Ibrahim.

Kitab Zabur pada malam ke dua belas bulan Ramadhan selang sesudah kitab taurat lima ratus tahun, kitab Injil pada malam ke depalam belas bulan Ramadhan sesudah kitab Zabur selang seribu dua ratus tahun.

Dan terakhir, Al-Furqon atau Al-Qur’an diturunkan pada malam sepuluh bagian kedua pada bulan Ramadhan sesudah kitab Injil selang enam ratus dua puluh tahun.

Hari ke-10

Keutamaan hari ke-10 puasa Ramadan, Allah memenuhi tujuh puluh ribu hajat, dan memohonkan ampunan untuk kalian matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat, setiap yang kering dan yang basah, setiap binatang di laut dan dedaunan di pepohonan.

Malam Ke-11:

وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ

Artinya: “Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.”

 

 

Simak rasioo.id di Google News

 

Lihat Komentar