RASIOO.id – Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyatakan bahwa perekonomian pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diprediksi akan meningkat setelah mereka dipindahkan ke Rest Area Gunung Mas.
Asmawa, dalam kegiatan penertiban PKL di Puncak, Cisarua, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan berbagai fasilitas untuk para pedagang, termasuk menggratiskan biaya retribusi selama enam bulan ke depan.
Pengelola Rest Area Gunung Mas, PT Sayaga Wisata, sedang mengintegrasikan pintu keluar masuk Agro Wisata Gunung Mas dengan rest area, agar para pedagang lebih mudah dikunjungi oleh wisatawan.
“Kami berharap perekonomian akan menjadi lebih baik, karena alur keluar masuk Gunung Mas akan melintasi Rest Area Gunung Mas,” ujar Asmawa.
Baca Juga: Bentrok Satpol PP vs Ratusan PKL di Puncak Bogor, 2 Pedagang Ditangkap dan Warung Diratakan
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggratiskan biaya parkir bagi kendaraan wisatawan yang masuk dan keluar dari Rest Area Gunung Mas.
Asmawa menganggap sistem parkir berbayar yang diterapkan sejak Rest Area Gunung Mas beroperasi pada pertengahan 2023 sebagai salah satu penyebab sepinya pengunjung.
Dalam penertiban PKL, Asmawa memulai dengan menggelar apel pasukan, kemudian mendatangi sekelompok pedagang yang melakukan aksi demo di depan rest area hingga menutup jalan raya.
Meskipun sempat berdialog dengan para pedagang, Asmawa menginstruksikan petugas Satpol PP untuk membubarkan aksi demo dan melanjutkan pembongkaran lapak-lapak PKL di sepanjang Jalur Puncak.
“Terutama di sepanjang jalur ini, karena pemerintah pusat telah menyiapkan rest area dengan anggaran yang cukup besar, namun belum dimanfaatkan selama ini,” jelas Asmawa.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil berbagai langkah agar Rest Area Gunung Mas ramai dikunjungi wisatawan sehingga para pedagang mau menempatinya.
Simak rasioo.id di Google News











Komentar