RASIOO.id – Atmosfer jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Bogor memanas setelah terjadi insiden pembakaran alat peraga atau banner milik salah satu bakal Calon Wali Kota, Aji Jaya Bintara atau Kang Jaya, di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Insiden ini diduga terkait dengan kampanye hitam atau black campaign yang melibatkan relawan dari kubu lawan.
Koordinator Tim Pemenangan Kang Jaya di Kelurahan Sempur, Dhea Wanda, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.
Menurutnya, banner Kang Jaya yang baru saja dipasang tiba-tiba hilang dan kemudian diberitahu oleh warga bahwa banner tersebut telah dibakar.
“Dalam waktu singkat setelah dipasang, saya melintas lagi untuk ke minimarket, dan saya mendapati bahwa dua banner yang saya pasang sudah tidak ada lagi. Warga memberitahu saya bahwa banner tersebut telah dibakar,” ujar Dhea.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, ternyata banner Kang Jaya dirusak dan dibakar oleh salah satu relawan dari tim sukses bakal Calon Wali Kota Bogor lain, Sendi Fardiansyah yang saat ini bekerja sebagai sekpri istri Presiden Jokowi.
“Dari informasi yang saya dapatkan, perusakan dan pembakaran ini dilakukan oleh tim sukses Sendi Fardiansyah, meskipun alasan mereka tidak jelas,” tambah Dhea.
Iyang, seorang warga Sempur yang mengaku sebagai relawan Sendi Fardiansyah, mengakui kejadian tersebut. Namun, ia mengklarifikasi bahwa insiden tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman.
“Awalnya saya menyarankan untuk memindahkan banner agar tidak ada intimidasi dari Bawaslu. Namun, terjadi salah persepsi, dan akhirnya anak-anak yang saya minta untuk memindahkan justru mencabut dan membakar banner tersebut, padahal saya hanya menyampaikan agar dipindahkan saja,” jelas Iyang.
Ia menyatakan permintaan maaf atas kejadian tersebut, menjelaskan bahwa semua tindakan yang dilakukan bertujuan untuk menjaga keharmonisan di wilayah tersebut.
“Saya mohon maaf atas kesalahpahaman ini. Kami ingin menjaga harmoni di wilayah kami, dan insiden ini disebabkan oleh salah persepsi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kang Jaya Bintara, bakal Calon Wali Kota Bogor yang menjadi korban dalam insiden tersebut, menanggapi dengan sikap yang bijak.
“Saya tidak masalah, saya di sini bersama rakyat Bogor untuk mewujudkan cita-cita bersama. Saya tidak ingin terlibat dalam keributan semacam ini. Saya selalu mengikuti ajaran Pak Prabowo untuk merangkul semua kalangan dan menjadikan politik sebagai alat perjuangan,” tegas Kang Jaya.
Peristiwa pembakaran banner ini telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat Bogor menjelang Pilkada 2024, menunjukkan ketegangan politik yang mewarnai persaingan antar calon di Kota Bogor.















Komentar