RASIOO.id – Partai Golkar terus berupaya keras untuk menghantarkan Jaro Ade sebagai Calon Bupati Bogor pada Pilkada 2024. Dengan hanya memiliki 7 kursi DPRD, Golkar masih memerlukan tambahan 4 kursi dari partai lain untuk memenuhi persyaratan pencalonan.
Upaya mencari dukungan ini menghadapi dinamika yang cukup menantang, terutama setelah Partai Demokrat yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman dengan Golkar dan PAN, kini memilih bergabung dengan poros Gerindra yang mengusung Rudy Susmanto.
Ade Ruhandi, yang dikenal sebagai Jaro Ade, mengakui bahwa Golkar harus berkoalisi agar dapat mendaftarkan pasangan calon. Ia menekankan pentingnya membangun kerja sama politik menjelang Pilkada 2024.
“Untuk mendaftar ke KPU, kita harus menggunakan perahu partai politik. Tugas saya bersama ketua DPD adalah bekerja sama dengan panglima tertinggi Golkar, Pak Airlangga Hartarto. Itu yang sedang kami lakukan,” ujar Jaro Ade, usai deklarasi akbar relawan, di Pakansari, Cibinong Rabu 7 Agustus 2024.
Baca Juga: Golkar Resmi Dukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil OTW Jakarta
Jaro Ade menyatakan siap berkoalisi dengan partai mana pun asalkan bisa mengumpulkan minimal 11 kursi atau 20 persen dari kursi DPRD Kabupaten Bogor.
“Dengan siapa pun kita berkoalisi, yang terpenting adalah bisa berangkat ke KPU untuk mencalonkan bupati dan wakil bupati,” tambahnya.
Jaro Ade juga mengakui bahwa Golkar, dengan hanya 7 kursi, membutuhkan dukungan dari partai lain. Dengan waktu yang tersisa, peluang membangun koalisi masih sangat terbuka.
“Golkar baru memiliki 7 kursi, dan dinamika politik masih sangat cair. Yang terpenting adalah dukungan dari masyarakat yang terus berkembang,” tutup Jaro Ade.
Seperti diketahui, menjelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Bogor, peta koalisi partai politik semakin dinamis. Kekuatan politik mengerucut pada tiga poros utama: Gerindra dengan Calon Bupati Rudy Susmanto, Golkar dengan Jaro Ade, dan PKS dengan Agus Salim.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar