RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kota Bogor menyelenggarakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tingkat Kota Bogor 2024. Acara yang digelar di Grand Savero Hotel, Sabtu 7 September 2024, mengusung semangat gotong royong untuk mewujudkan keberpihakan terhadap kelompok lanjut usia (lansia) di Kota Bogor.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya pentahelix, yaitu kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam memperhatikan kesejahteraan lansia. Hery juga menggarisbawahi bahwa peringatan HLUN sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 9 Tahun 2023.
“Ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk menghormati dan menghargai kaum lansia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kami berharap melalui kolaborasi yang solid, lansia di Kota Bogor bisa hidup lebih sehat, mandiri, dan bermartabat,” ujar Hery.
Ketua Pelaksana HLUN, yang juga menjabat sebagai Plh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, menyatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 500 lansia dari enam kecamatan. Menurut Agnes, keberpihakan kepada isu lansia di Kota Bogor telah diwujudkan dalam Musrenbang tematik sejak 2023, dengan aspirasi yang konkret, seperti penyediaan Taman Lansia di Jalan Malabar dan layanan prioritas di sektor keimigrasian dan rumah sakit.
“Semangat gotong royong ini juga diwujudkan dengan keterlibatan sektor swasta, seperti Nutri Food Indonesia, Bank Kota Bogor, dan lainnya, yang menjadi sponsor kegiatan ini,” kata Agnes.
Kick Off Perwali Perlindungan Lansia
Pada kesempatan yang sama, Pemkot Bogor juga meluncurkan Kick Off Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Lansia. Perwali ini diharapkan dapat memperkuat keberpihakan Pemkot Bogor terhadap lansia, termasuk dari segi anggaran dan program-program prioritas di berbagai sektor.
Hery Antasari menjelaskan bahwa Perwali tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen Kota Bogor dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia. Pemkot Bogor juga sedang mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu kota percontohan dalam program nasional Kota Ramah Lansia.
“Memang tidak mudah mewujudkan Kota Ramah Lansia, karena ada banyak kriteria yang harus dipenuhi. Namun, dengan komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kami yakin itu bisa tercapai,” ujar Hery.
Sementara itu, Agnes menambahkan bahwa draft Perwali tentang lansia sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan dapat diterapkan paling lambat Desember 2024. “Perwali ini merupakan turunan dari Perda Nomor 9 Tahun 2023, dan kami berharap implementasi regulasi ini dapat melibatkan sektor swasta, RSUD, dan rumah sakit swasta untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada lansia,” ujarnya.
Dengan adanya Perda dan Perwali ini, Kota Bogor diharapkan dapat terus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan lansia, tidak hanya melalui upaya pemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, yang pada akhirnya berkontribusi pada visi besar Indonesia Emas 2045.
“Fokus kami adalah intervensi pada seluruh siklus hidup, termasuk lansia, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih menyeluruh,” pungkas Agnes. (ADV)
Simak rasioo.id di Google News















Komentar