RASIOO.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya edukasi bagi remaja usia 10–24 tahun dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga. Hal itu ia sampaikan dalam acara “Menteri Menyapa Remaja: Gerakan Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa, 8 Juli 2025.
Dalam paparannya, Wihaji menekankan tiga isu utama yang harus dihindari generasi muda: pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.
“Tiga isu ini harus menjadi kampanye bersama. Saya minta teman-teman remaja di sini menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan ini ke lingkungan sekitarnya,” ujar Wihaji kepada wartawan usai acara.
Baca Juga: Terjadi lagi di Bogor, Belum Sebulan Nikah Sang Istri Hilang, Suami Curiga Kabur Berencana
Menurutnya, pembekalan nilai dan pemahaman sejak dini menjadi kunci untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus berdialog langsung dengan remaja di berbagai daerah.
“Di mana pun saya berada, saya ingin bertemu remaja. Karena mereka adalah generasi penerus yang akan menggantikan kita. Mereka harus kita siapkan agar menjadi keluarga-keluarga tangguh di masa depan,” jelas Wihaji yang juga merupakan politikus Partai Golkar.
Ia menekankan bahwa edukasi berkelanjutan sangat penting, mengingat dampak serius dari persoalan-persoalan tersebut terhadap masa depan generasi muda.
“Kalau sudah terjadi—hamil di luar nikah, kecanduan narkoba—pasti jadi masalah besar. Karena itu, edukasi remaja berencana harus terus digencarkan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyatakan dukungan penuh terhadap kampanye yang disampaikan Menteri Wihaji.
“Pemkab Tangerang berkomitmen menjalankan arahan Menteri. Ini jadi motivasi untuk memperkuat edukasi bahaya narkoba, pernikahan dini, dan seks bebas di kalangan remaja,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar