RASIOO.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten masa khidmat 2025-2030 resmi dilantik oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Prosesi pelantikan berlangsung di Alun-alun Barat Kota Serang, Senin, 25 Agustus 2025.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Katib Aam PBNU, KH Akhmad Said Asrori, yang memandu para pengurus membaca syahadat, baiat, dan ikrar. Sebelumnya, Surat Keputusan pengesahan kepengurusan PWNU Banten Nomor 4019/PB.01/A.II.01.44/99/06/2025 dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ahmad Syarif Munawi. SK tersebut ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf pada 3 Juni 2025.
Acara pelantikan dihadiri lebih dari 7.000 peserta dengan 1.150 undangan resmi. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, jajaran Forkopimda Kabupaten Serang, pimpinan ormas, partai politik, eksekutif dan yudikatif provinsi serta kabupaten/kota, perwakilan PCNU, lembaga, banom se-Banten, dan stakeholder lainnya.
Baca Juga: PWNU Banten Gelar Festival Humor ala Gus Dur
Ketua PWNU Banten: Bersyukur dan Siap Khidmah
Ketua PWNU Banten, KH Hafis Gunawan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan. Ia mengakui jumlah jamaah yang hadir jauh melebihi kapasitas yang disiapkan panitia.
“Kami mohon maaf apabila tempat yang tersedia belum mampu menampung seluruh jamaah. Namun, kami bersyukur atas semangat kebersamaan yang luar biasa dari seluruh warga NU Banten,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru dapat memberi manfaat yang luas bagi umat.
“Semoga para pengurus mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, istiqamah, dan semangat khidmah untuk umat, bangsa, dan negara, terutama masyarakat Banten,” tambahnya.
Baca Juga: Bupati Bogor dan PCNU Gelar Istighosah Kemerdekaan, Doa Ribuan Jamaah Penuhi Aula Tegar Beriman
Gubernur Banten: NU Mitra Strategis
Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan NU telah banyak memberi sumbangsih besar dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“NU adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam pemberdayaan dan pengembangan pondok pesantren,” katanya.
Menurut data Kementerian Agama RI, di Provinsi Banten terdapat 6.290 pondok pesantren dengan total 483.386 santri, baik pesantren salafi maupun modern.
Andra juga mengajak NU untuk terus meningkatkan eksistensinya di era digital.
“Prinsip yang kita pegang, sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Berkomitmen Banten Maju Adil Merata dan Tidak Korupsi
Ketua Umum PBNU: Banten Punya Jejak Bersejarah
Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan Banten memiliki posisi penting dalam sejarah NU. Ia menyinggung Muktamar ke-38 NU tahun 1938 di Menes, Pandeglang, yang melahirkan terobosan besar.
“Pada muktamar itu, dua ‘nyai’ dipersilakan berpidato di depan para kiai. Mereka menyuarakan kesetaraan hak pendidikan bagi perempuan. Dari sinilah awal proses berdirinya Muslimat NU pada tahun 1966,” jelasnya.
Yahya bersyukur estafet perjuangan itu kini terus hidup di Banten.
“Sekarang Muslimat NU di Banten dipimpin oleh Bupati Serang. Alhamdulillah,” tutupnya.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar