RASIOO.id – Suasana jelang Rapat Umum Anggota (RUA) Perkumpulan Boen Tek Bio Tangerang kian panas. Bukan sekadar dinamika organisasi, tetapi sudah merembet pada teror dan intimidasi yang dialami salah seorang umat.
Bidang Kajian dan Strategis Hikmahbudhi Kota Tangerang, Steven, menegaskan, kasus teror ini tidak bisa dibiarkan. Menurutnya, Boen Tek Bio memiliki kewajiban moral sekaligus tanggung jawab moral untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik aksi teror tersebut.
“Kalau ini dibiarkan, dampaknya sangat berbahaya bagi generasi muda. Mereka bisa menilai bahwa teror adalah hal yang lumrah dalam organisasi. Ini jelas salah besar,” tegas Steven kepada wartawan, Jumat, 19 September 2025.
Baca Juga: Jelang Rapat Umum Anggota, Internal Boen Tek Bio Memanas Diterpa Dugaan Teror
Ia menilai, dalam organisasi yang berbasis keagamaan, pendidikan, dan sosial, praktik-praktik kotor seperti teror dan intimidasi sama sekali tidak bisa dibenarkan. “Tidak pantas sebuah perkumpulan dengan nilai luhur justru terjebak pada tindakan tercela seperti ini,” tambahnya.
Lebih jauh, Steven juga menyoroti adanya kabar bahwa panitia RUA meminta bantuan ormas eksternal hingga pengamanan polisi untuk mengawal agenda internal tersebut. Menurutnya, langkah itu justru memperlihatkan adanya krisis kepercayaan di tubuh organisasi.
“RUA ini adalah hajatan internal. Jika harus melibatkan pihak luar, kesannya dapur perkumpulan sedang bocor ke publik. Itu tidak elok dan hanya menambah kegaduhan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Panitia RUA masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi terkait memanasnya situasi jelang forum tertinggi organisasi tersebut.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar