RASIOO.id – Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 justru tetap menunjukkan tren positif. Para pedagang sapi kurban bahkan masih bisa tersenyum karena permintaan pembeli dinilai stabil hingga mendekati hari pelaksanaan kurban.
Salah satu faktor yang membuat penjualan tetap bergairah adalah pola kerja sama antara pedagang dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Sistem kolektif atau patungan dinilai menjadi solusi yang memudahkan masyarakat untuk tetap bisa berkurban tanpa harus terbebani biaya besar secara pribadi.
Seperti yang dirasakan H. Abas, penjual sapi kurban di kawasan M Toha, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Ia mengaku penjualan sapi kurban tahun ini masih cukup menjanjikan berkat jaringan pelanggan tetap dan kolaborasi dengan sejumlah DKM masjid.
“Alhamdulillah habis terus karena memang banyak pelanggan tetap. Tiap tahun mereka ambil ke saya lagi. Saya juga bekerja sama dengan DKM, mereka membantu menjualkan, nanti ada fee untuk mereka,” ujar H. Abas saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, sistem kolektif melalui panitia kurban masjid terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat. Meski kondisi ekonomi sedang tidak menentu, antusiasme warga untuk berkurban tetap tinggi.
H. Abas mengungkapkan, selama empat tahun berjualan hewan kurban, tren penjualan terus mengalami peningkatan meski tidak terlalu signifikan. Tahun ini, ia mendatangkan sekitar 97 ekor sapi dari kampung untuk memenuhi permintaan pasar.
“Awalnya sempat khawatir karena pembeli belum banyak datang. Tapi biasanya memang mendekati H-2 Idul Adha baru ramai dan lapakan penuh pembeli,” jelasnya.
Untuk harga, ia memastikan tidak ada lonjakan signifikan pada penjualan sapi kurban tahun ini. Harga sapi masih berada di kisaran normal, mulai dari Rp17 juta hingga Rp40 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot sapi.
“Masih normal, belum ada kenaikan tinggi,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat juga mengaku lebih terbantu dengan sistem patungan kurban yang dikelola DKM masjid. Salah satunya Angga Soleh, warga Periuk, Kota Tangerang, yang memilih ikut program kolektif tujuh orang untuk membeli satu ekor sapi kurban.
“Iya, saya sekarang lebih praktis ikut patungan lewat panitia kurban DKM masjid,” kata Angga.
Ia mengaku hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp3,5 juta per orang untuk satu paket kurban sapi bersama enam peserta lainnya.
“Kalau saya ikut paket Rp3,5 juta per orang. Jadi harga sapinya sekitar Rp25 jutaan,” ujarnya.
Bagi Angga, berkurban bukan sekadar kewajiban tahunan, tetapi juga bentuk ibadah dan kepedulian sosial kepada sesama. Ia berharap ibadah kurban tahun ini membawa keberkahan bagi semua pihak.
“Mudah-mudahan jadi amal saleh dan bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,” pungkasnya.















Komentar