RASIOO.id – Kota Tangerang yang menjunjung semboyan Akhlakul Karimah dinilai tercoreng menyusul maraknya iklan penginapan tak bermoral yang beredar di media sosial. Sejumlah unggahan di TikTok secara vulgar mempromosikan apartemen dan hotel dengan narasi provokatif: “Penginapan bebas dan aman. Boleh bawa pacar, selingkuhan, hingga istri orang.”
Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang, KH. Muhamad Qustulani, mengecam keras fenomena tersebut. Ia menyebut praktik itu sebagai bentuk pembiaran yang merusak moral publik dan menodai citra kota religius.
“Penginapan seharusnya menjadi sarana singgah dan wisata yang sehat, bukan tempat praktik maksiat. Pemerintah jangan tutup mata, ini jelas tamparan bagi marwah Akhlakul Karimah,” tegasnya, Sabtu, 27 September 2025.
Baca Juga: Apes, 9 Pasangan Muda Mudi Tertangkap Basah oleh Polisi Saat Hendak Cek In Penginapan
Menurut Qustulani, promosi bernuansa maksiat itu menunjukkan celah pengawasan yang dibiarkan terbuka. Ia mendesak Pemerintah Kota Tangerang segera menertibkan penginapan dan hotel yang terindikasi menjadi sarang prostitusi atau pergaulan bebas.
“Jika ini tidak dihentikan, dampaknya akan menghancurkan tatanan sosial: rumah tangga hancur, anak terlantar, hingga kriminalitas meningkat. Ini bukan sekadar iklan, ini ancaman nyata,” ujarnya.
Qustulani juga mengutip hadits riwayat Muslim sebagai peringatan keras bahwa mengajak pada kemaksiatan bukan hanya dosa pribadi, melainkan juga dosa sosial. “Pelaku dan penyebar iklan semacam ini harus ditindak tegas. Negara wajib menutup pintu-pintu maksiat yang merusak generasi,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang tidak boleh hanya menjadikan Akhlakul Karimah sebagai slogan kosong. “Kalau tidak ada langkah nyata, slogan itu akan jadi bahan olok-olok. Pemkot harus hadir dengan kebijakan dan pengawasan yang tegas,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News










Komentar