RASIOO.id – Kepala Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, M. Rodis Faisal atau yang akrab disapa Caning, mengimbau warganya untuk mewaspadai praktik pinjaman online (pinjol) dan bank emok di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang tengah sulit akibat penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah tersebut.
Imbauan itu disampaikan Caning usai adanya aksi demonstrasi warga yang menuntut kejelasan kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dalam hal ini ditujukan kepada Gubernur Dedi Mulyadi.
“Sejak awal saya sudah menyarankan agar warga tidak terjerat pinjol. Risikonya besar dan bisa menambah beban ekonomi,” ujar Caning.
Melalui akun TikTok-nya ‘Lurah Aing’, Caning juga menyoroti fenomena maraknya warga yang mulai tergoda meminjam uang kepada bank emok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Tidak menutup kemungkinan ada warga yang bertransaksi atau meminjam ke bank emok karena terdesak kebutuhan hidup harian,” jelasnya.
Ia menambahkan, dampak dari penutupan tambang dan jalur truk tambang membuat sebagian warga Desa Lumpang terpaksa menjual barang berharganya demi memenuhi kebutuhan pokok.
Kendati demikian, Caning menegaskan pihaknya telah melarang aktivitas bank emok di wilayahnya dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak saling menyalahkan.
“Sementara ini tidak ada warga saya yang bertransaksi dengan bank emok, karena sejak awal sudah saya larang mereka beroperasi di Desa Lumpang,” tegasnya.
Sebagai langkah solusi jangka panjang, pemerintah desa tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat menjadi alternatif pembiayaan dan penguatan ekonomi warga di tengah situasi sulit saat ini.
Simak rasioo.id di Google News



![Ilustrasi Kasus Pelecehan seksual terhadap mahasiswi [Ist]](/wp-content/uploads/2023/06/Screenshot_68-300x178.jpg)










Komentar