RASIOO.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bogor menolak rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Bogor yang dinilai digagas oleh pihak yang mengatasnamakan carteker.
Penolakan tersebut disampaikan Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor Bidang Organisasi, Imam Sunandar atau Isun, pada Sabtu, 22 November 2025. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyoroti polemik internal yang muncul akibat rencana Musda versi carteker.
“GP Ansor dengan ini menyatakan sikap resmi menolak rencana atau pelaksanaan Musda KNPI yang akan diselenggarakan oleh pihak carteker KNPI Kabupaten Bogor,” tegas Isun.
Isun menjelaskan bahwa sikap ini diambil berdasarkan beberapa pertimbangan penting. Pertama, pelaksanaan Musda oleh pihak carteker dinilai tidak mengikuti mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART KNPI. Proses pembentukan hingga agenda Musda dianggap tidak transparan dan mengabaikan keterlibatan OKP serta PK.
Selain itu, legitimasi pihak carteker juga dipertanyakan karena penunjukannya dilakukan tanpa konsultasi maupun komunikasi terbuka dengan OKP, PK, serta struktur KNPI di tingkat daerah. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap legalitas serta motif pelaksana Musda.
GP Ansor juga menilai Musda sepihak berpotensi memecah belah pemuda dan menciptakan dualisme kepengurusan, sehingga memicu konflik horizontal yang bertentangan dengan semangat konsolidasi dan persatuan.
Di sisi lain, proses Musda tersebut dinilai mengabaikan prinsip demokrasi internal. Musda sebagai forum tertinggi organisasi seharusnya menjunjung asas partisipatif, inklusif, dan demokratis, namun dalam dinamika yang terjadi terdapat indikasi pengabaian terhadap hak suara dan aspirasi OKP/PK yang sah.
“KNPI harus menjadi ruang persatuan pemuda, bukan arena konflik dan manipulasi politik. Karena itu, kami dengan tegas menolak Musda yang tidak sah dan tidak sesuai aturan,” ujar Isun.
GP Ansor menyatakan bahwa rilis sikap ini adalah bentuk komitmen untuk menjaga marwah organisasi serta memperkuat kebersamaan pemuda di Kabupaten Bogor.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar