RASIOO.id – PT Tangerang Nusantara Global (TNG) memastikan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap layanan angkutan massal Si Benteng.
Langkah ini diambil untuk menjawab berbagai sorotan publik dan DPRD Kota Tangerang terkait efektivitas program yang dinilai berpotensi membebani anggaran.
Direktur Utama PT TNG, Muhamad Rijal, menegaskan bahwa sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Tangerang, pihaknya memiliki tanggung jawab memastikan layanan transportasi publik berjalan sesuai ketentuan dan prinsip public service obligation (PSO). Karena itu, pengawasan layanan kini diperketat dan upaya perbaikan dilakukan secara menyeluruh.
“Kami menerima banyak masukan dari DPRD, pemerhati transportasi, hingga masyarakat. Seluruhnya kami tindak lanjuti melalui evaluasi menyeluruh,” ujarnya, Senin, 1 Desember 2025.
Sebagai bagian dari peningkatan pengawasan, PT TNG telah menempatkan petugas pengawas (ceker) di lapangan serta memasang perangkat GPS pada seluruh armada Si Benteng. Teknologi ini digunakan untuk memantau jarak tempuh kendaraan secara akurat dan memastikan pembayaran operasional sesuai kinerja di lapangan.
“Kita jadi tahu mobil berjalan berapa kilometer. Hanya kendaraan yang benar-benar beroperasi dan melakukan perawatan sesuai aturan yang kami bayar,” jelas Rijal.
Penataan ulang rute juga tengah dilakukan guna menghindari penumpukan armada pada sembilan trayek eksisting. Dua trayek telah direvisi, sementara trayek lain masih dalam proses evaluasi sebelum dibuka sebagai rute baru.
“Perubahan ini kami lakukan agar distribusi armada lebih merata dan layanan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Dari sisi sistem pembayaran, Si Benteng saat ini sudah mendukung transaksi non-tunai berbasis QRIS. PT TNG juga menargetkan penerapan penuh metode pembayaran lain seperti kartu e-toll, e-money, Flazz, TapCash, dan KMT pada tahun 2026.
Untuk armada bus sedang Tangerang Ayo (Tayo), metode pembayaran tersedia lebih lengkap, mulai dari uang tunai, kartu elektronik, aplikasi Trans Tangerang, hingga QRIS Bank Indonesia.
Evaluasi yang dilakukan PT TNG tidak hanya mencakup trayek, tetapi juga fasilitas kendaraan, kenyamanan, serta keamanan penumpang. Rijal menyebut pihaknya berencana menambah halte dan titik pemberhentian baru demi memperluas aksesibilitas bagi masyarakat.
Selain itu, program sosialisasi Si Benteng akan terus digencarkan, termasuk melalui edukasi di sekolah-sekolah dan program naik gratis bagi pelajar.
“Kami ingin keberadaan Si Benteng benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya.
Simak rasioo.id di Google News









Komentar