RASIOO.id – Aksi protes puluhan warga Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, viral di media sosial setelah merekam keberatan atas aktivitas alat berat yang menebang pohon dan meratakan lahan. Warga khawatir kegiatan tersebut memicu kerusakan lingkungan, termasuk potensi banjir dan longsor.
Dalam rekaman video yang diterima Rasioo.id, tampak warga mendatangi lokasi pengerjaan di Kampung Malingping, Selasa, 2 Desember 2025 dan mempertanyakan izin serta tujuan pengerjaan lahan.
Menanggapi protes tersebut, Kepala Desa Sukasari, Edi Juhadi, membantah tudingan bahwa kegiatan ini berkaitan dengan pembukaan tambang. Ia menegaskan proyek itu merupakan penataan lahan untuk penanaman pohon dan rumput guna mendukung ketahanan pangan.
> “Kami menggunakan alat berat untuk penataan lahan yang dikelola PT CI, bukan untuk membuka galian tambang,” ujar Edi.
Menurutnya, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk penanaman rumput pakan ternak sapi dan kambing, serta pepohonan produktif. Program ini, kata Edi, merupakan bagian dari kerja sama antara desa dan PT CI.
Edi menjelaskan, pengelolaan area dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat.
> “Lahan seluas 2 hektare ini akan dikembangkan bersama BUMDes untuk menanam pohon cangkok seperti durian dan alpukat, serta rumput pakan ternak,” jelasnya.
Meski demikian, kekhawatiran warga terkait dampak lingkungan masih mengemuka. Mereka mendesak pemerintah desa menjamin pengelolaan lahan tidak mengancam ekosistem dan keselamatan warga di sekitar.
Simak rasioo.id di Google News













Komentar