Seorang Pria Warga Rumpin Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jengkol, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

 

 

RASIOO.id – Pagi yang semula sunyi di Kampung Lio, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mendadak berubah mencekam. Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi tergantung dengan seutas tali tambang yang terikat di batang pohon jengkol, tak jauh dari saung yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Peristiwa memilukan itu terungkap pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Seorang warga yang datang ke saung korban tidak menemukannya di tempat. Kecurigaan pun muncul. Tak lama berselang, warga tersebut dikejutkan oleh pemandangan mengerikan: tubuh korban sudah tak bernyawa, tergantung di pohon di sekitar perkebunan.

“Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul enam pagi, posisinya tergantung di pohon jengkol. Warga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Rumpin,” ungkap Sekretaris Desa Kampung Sawah, Mad Noh, Rabu, 21 Januari 2026.

Kapolsek Rumpin Polres Bogor, Kompol Suyoko, SH, membenarkan adanya penemuan seorang pria meninggal dunia yang diduga kuat akibat gantung diri. Setelah menerima laporan warga, pihak kepolisian langsung bergerak cepat.
Sekitar pukul 08.30 WIB, Kapolsek Rumpin bersama anggota turun langsung ke lokasi untuk memimpin olah dan pemeriksaan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“TKP berada di area perkebunan singkong milik Haji Atyani, tepatnya di Kampung Liwu RT 03 RW 02, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin,” jelas Kompol Suyoko.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Toni (45), seorang buruh harian lepas, warga Kampung Lio RT 01 RW 05, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin.

Usai dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka atau tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah,” pungkas Kompol Suyoko.

Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi. Sementara itu, peristiwa ini menambah deretan tragedi kemanusiaan yang terjadi di wilayah Bogor dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menyisakan duka dan pertanyaan mendalam di tengah masyarakat.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda