RASIOO.id – Insiden jalan ambles di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, mengungkap fakta mengejutkan. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan adanya Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) lama bertegangan 150 ribu volt yang masih aktif di bawah titik ambles.
Pantauan di lokasi, area jalan yang ambles telah dipagari seng. Lubang sedalam kurang lebih tiga meter terlihat tergenang air yang terus mengalir. Kondisi ini membuat proses perbaikan terkendala dan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami perlambatan akibat penyempitan jalur.
Tim Leader Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) PLN Kota Bogor, Satria Sagara, menjelaskan awalnya pihaknya mengira tidak ada kabel di lokasi tersebut. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata terdapat kabel SKTT bertegangan 150 kV yang membentang dari Kedung Badak menuju Bogor Kota.
“Pas dilihat ternyata memang betul ada. Dan hari ini sedang kita evakuasi dulu karena posisinya masih ada tegangan di kabelnya,” ujar Satria, Senin 16 Februari 2026.
Menurutnya, jika kabel tersebut dipadamkan, maka jalur kelistrikan dari Kedung Badak ke arah Bogor Kota otomatis terdampak. Meski tidak serta-merta menyebabkan pemadaman total, sistem kelistrikan di wilayah Bogor akan menjadi kurang andal.
“Otomatis memang tidak ada pemadaman, tapi sistem kelistrikan Bogor agak kurang handal,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Pemilik Jalan Nasional PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat Kementerian PUPR, Ivan Benny, menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN terkait langkah penanganan selanjutnya.
“PLN nanti akan kerja sama rencananya bersama rekan-rekan dari PUPR. Kita lihat nanti seperti apa skemanya, karena memadamkan listrik 150 ribu volt ini tidak semudah memadamkan saklar,” kata Ivan.
Ia menjelaskan, luasnya cakupan wilayah kelistrikan Bogor membuat proses koordinasi dan pengamanan membutuhkan waktu. Diperkirakan, proses penanganan bisa memakan waktu dua hingga tiga hari.
Pengerjaan perbaikan jalan pun untuk sementara terhambat karena kondisi dinilai tidak aman. Selain adanya kabel bertegangan tinggi, di dalam lubang juga terdapat aliran air dari pipa pembuangan tol yang terus mengucur.
“Kalau langsung dikerjakan ini kondisinya tidak safety, karena ada saluran air di dalamnya dan kabel terendam air,” ujarnya.
Pipa pembuangan dari atas tol disebut terus mengalirkan air ke titik ambles, sehingga menyebabkan genangan di dasar lubang. Upaya penyedotan air pun harus dilakukan secara bertahap sebelum perbaikan bisa dilanjutkan.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan koordinasi intensif guna memastikan proses evakuasi kabel dan perbaikan jalan dapat berjalan aman tanpa mengganggu sistem kelistrikan Kota Bogor secara luas. (Hana)




![cdc5a18b-3ed2-4bde-bb28-f3311e816d13 Umat Muslim saat melaksanakan salat tarawih di Masjid Baitul Faizin Bogor [Selo/RASIOO]](/wp-content/uploads/2023/03/cdc5a18b-3ed2-4bde-bb28-f3311e816d13-1024x682.jpg)




Komentar