RASIOO.id – Kebakaran hebat melanda Warkop Bima Jaya di Jalan Taman Heulang, Kota Bogor, akibat kebocoran gas LPG 3 kilogram. Insiden yang terjadi saat warung tengah ramai pengunjung itu menyebabkan pemilik mengalami luka bakar serta sejumlah barang elektronik milik pengunjung hangus terbakar.
Salah seorang pengunjung sekaligus saksi mata, Ali, menuturkan dirinya berada di meja lesehan paling belakang saat peristiwa terjadi.
“Itu posisinya saya pas banget berada di meja paling belakang lesehan warung kopi ini,” ujar Ali kepada Rasioo.id.
Gas Bocor Saat Kompor Menyala
Menurutnya, sebelum ledakan terjadi, pemilik warung tengah membenarkan tabung gas. Namun, diduga terjadi kebocoran sehingga gas keluar dan memenuhi ruangan. Saat itu, dua kompor dalam kondisi menyala dan terdapat tiga tabung LPG 3 kilogram di lokasi.
“Yang menyebabkan gas tersebut keluar asap dan pada saat itu kompor ada dua sedang digunakan dalam keadaan menyala,” jelasnya.
Saat gas bocor, pengunjung panik dan berhamburan keluar. Pemilik warung sempat membawa salah satu tabung ke dapur. Namun, setelah selang regulator dilepas, tabung tersebut dilempar ke tengah kedai dan langsung meledak.
“Pada saat itu pemilik warung kopi ini langsung loncat dan terjadilah ledakan,” katanya.
Api Cepat Merembet
Ledakan terjadi di bagian tengah kedai, berdekatan dengan dua kompor yang masih menyala serta tiga tabung gas lainnya. Api dengan cepat merembet ke seluruh bangunan karena material warung didominasi kayu dan atap asbes.
“Merembet ke semuanya karena memang ini bangunannya kayu dan asbes, jadi cepat sekali terjadi kebakaran,” ungkap Ali.
Beruntung, seluruh pengunjung berhasil menyelamatkan diri. Namun, sejumlah barang tidak sempat diselamatkan.
Laptop dan Dua Handphone Hangus
Ali menyebut, satu unit laptop senilai sekitar Rp8 juta dan dua handphone dengan nilai kurang lebih Rp5 juta milik pengunjung ikut terbakar bersama tasnya. Selain itu, dua tablet dan satu printer di dalam warung juga hangus dilalap api.
“Posisinya lagi ada yang nongkrong, termasuk saya juga. Tapi waktu kejadian, kami langsung lari menyelamatkan diri. Tas berisi laptop dan handphone tidak sempat dibawa,” ujarnya.
Meski mengalami kerugian materi, para pengunjung memilih tidak menuntut ganti rugi karena lebih mengutamakan keselamatan jiwa saat kejadian.
“Kalau pengunjung yang nongkrong aman. Untuk barang yang tidak terselamatkan, memang kelalaian teman saya karena menyelamatkan nyawa dulu, sehingga tidak menuntut ganti rugi,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan tabung LPG, terutama di tempat usaha yang menggunakan lebih dari satu kompor dalam satu ruangan tertutup.











Komentar