RASIOO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mematangkan perencanaan penata ulang sistem transportasi terpadu, guna menyambut masuknya Lintas Raya Terpadu (LRT) ke wilayah Bogor.
Menurut Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Pemkot Bogor menekan kehadiran LRT di Kota Bogor harus disambut dengan kesiapan infrastruktur lokal yang mumpuni.
Kesiapan tersebut harus di lakukan guna perpindahan penumpang antar moda dapat berjalan mulus tanpa adanya teknis di lapangan.
“Kita memang perlu mempersiapkan sebuah sistem transportasi yang terpadu. Dengan nanti kalau LRT masuk ke Bogor kan kita harus persiapkan,” kata Dedie, Jumat 21 Februari 2026.
Ia pun menjelaskan, langkah ini juga dipicu oleh kondisi transportasi saat ini, di mana banyak masyarakat yang belum terakomodasi sepenuhnya oleh layanan commuterline atau KRL.
”Peningkatan jumlah penumpang yang selama ini tidak bertampung di KRL, mereka beralih ke Transjakarta. Tetapi juga tidak menutup kemungkinan kalau LRT sampai Bogor dengan membangun Sistem Terpadu melalui Trem,” ujar politisi PAN itu.
Sebagai solusi jangka panjang, sambung Dedie, pembangunan Trem terus dimatangkan.
Pemerintah Kota Bogor telah menjalin kerja sama resmi dengan berbagai instansi strategis untuk merealisasikan moda transportasi berbasis rel di dalam kota.
”Kita mengacu kepada Memorandum of Understanding (MOU) kita dengan PT INKA. Kemudian juga dengan Pertamina New and Renewable Energy. Kemudian kemarin juga dengan LRT Jakarta dan LRT Jabodetabek,” ucap pria 59 tahun itu.
Pemkot Bogor menekankan bahwa perubahan ini bukan sekadar penambahan armada.
Melainkan, perubahan mendasar pada tata kelola transportasi di seluruh wilayah Kota Bogor agar lebih terorganisir.
”Kita harus tata ulang seluruh konsep transportasi Kota Bogor menjadi lebih baik dan terpadu,” pungkas Dedie.














Komentar